Bekerja di Arab, TKW Cianjur Hilang Kontak-19 Tahun Tak Pulang

Rabu, April 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Cianjur - Lina binti Ateng, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cisuba Muara Cikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur dikabarkan hilang kontak dan tak kunjung pulang ke kampung selama lebih kurang 19 tahun, atau tepatnya setelah TKW itu bekerja di Riyadh, Arab Saudi.

                                                                                     
Enong (53), Ibu Lina mengatakan anaknya itu berangkat bekerja ke Arab Saudi pada 2003 melalui penyalur TKW. Sejak itu keluarga kesulitan berkomunikasi dan mencari kabar keberasaan Lina.

"Sempat ada Lina memberikan kabar pada tahun 2009 dan berencana akan pulang. Namun, sampai tahun ini Lina tidak pulang dan memberikan kabar kembali," kata Enong

Di tahun lalu, lanjut dia, keluarga sempat menerima pesan melalui media sosial Facebook dari seseorang yang mengaku teman Lina dan bekerja di Riyadh. Perempuan itu mengaku pernah bertemu dan berbincang dengan Lina.

"Ada keluarga yang coba cari informasi di media sosial. Hingga ada yang kirim pesan, katanya saat di medsos Lina masih ada dan bekerja di saudara majikannya. Namun, hilang komunikasi kembali karena akun Facebook pribadinya di blokir kembali, alasannya takut dimarahi majikannya," ujarnya.

Enong berharap anaknya itu bisa ditemukan serta pulang kembali dan berkumpul dengan keluarga.

Sementara itu, Ketua FPMI Jawa Barat Dhani Rahmad mengaku telah mendapatkan laporan dari pihak keluarga terkait TKW Lina yang hilang kontak dan tak kunjung pulang selama 19 tahun.

"Kita akan tindaklanjuti perihal pengaduan Ibu Enong yang meminta bantuan mencari anaknya yang hilang selama 19 tahun," kata dia.

Dhani menjelaskan FPMI akan berkoordinasi dengan dinas dan pemerintah untuk mencari keberadaan TKW tersebut dan berusaha memulangkannya.

"Kita juga akan bersurat ke KBRI, Kemenaker Kemenlu, BP2MI dan KJRI yang ada di Arab Saudi terkait permasalahan Lina Bt Ateng karena hilang kontak selama 19 tahun," tuturnya.

"Kami Meminta agar pemerintah secara maksimal membantu permasalahan TKW ataubPMI yang mengalami permasalahan," pungkasnya.


Sumber :detik.com

0 comments: