Bubur Kodok di Singapura Ini Terkenal Enak, Isinya 3 Ekor Kodok Utuh!

Rabu, April 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Foto: Marielle Descalsota/Insider

Singapura - Singapura punya kuliner khas yang banyak digemari, bubur kodok. Salah satu penjual populernya ada di kawasan Geylang. Bubur kodok di sini dibuat dengan 3 ekor kodok utuh! Bagaimana ya rasanya?

Jika di Indonesia ada bubur ayam yang populer, di Singapura ada bubur kodok yang mungkin terdengar ekstrem. Pasalnya kodok termasuk hewan yang tak umum dikonsumsi, tidak seperti daging sapi, ayam, atau kambing.


Bubur kodok jadi salah satu kuliner yang banyak disarankan untuk dicoba ketika kamu mengunjungi Geylang. Di kawasan prostitusi legal Singapura ini, kamu bisa mencicipinya di restoran Chang Jiang Claypot Frog Porridge.

Reporter Insider, Marielle Descalsota (18/4/2022) mengungkapkan pengalamannya ketika mencoba makan bubur kodok pertama kali. Ia diyakini sang pemilik restoran bahwa daging kodok tak ubahnya daging hewan lain yang enak dimakan.

Bubur kodok di Singapura ini dibanderol sekitar Rp 104 ribu. Foto: Marielle Descalsota/Insider

Seporsi bubur kodok dibanderol SGD 10 atau sekitar Rp 104.000. Harga ini tergolong murah dimana di tempat lain, hidangan 3 kodok bisa dijual hingga SGD 14.70 (Rp 154.000).

Untuk jenisnya, kodok yang dipakai adalah yang diternakkan khusus. Pemilik restoran Chang Jiang Claypot Frog Porridge, Ten Chew Kiat mengatakan harga bubur kodok di tempatnya bisa lebih murah karena ia pernah terlibat langsung dalam ternak kodok.

Saat ini restorannya memakai kodok yang dikirim dari Malaysia dan Taiwan. Kodok-kodok itu sudah dikuliti dan dibersihkan sebelum diolah lebih lanjut.

Ten mengolah kodok dengan resep keluarga sendiri. "Kami ingin menghadirkan rasa dan tekstur unik tersendiri, dan kami melewati banyak percobaan," ujarnya.

Di restoran milik Ten, kodok diolah utuh bukan hanya kakinya saja. Foto: Marielle Descalsota/Insider

Untuk buburnya sendiri merupakan bubur nasi gaya China yang diisi beberapa sayuran. Daging kodok kemudian dijadikan topping dan disajikan dalam sapo (panci tembikar).

Menurut Marielle, sekilas ia tidak bisa membedakan daging kodok dengan sayap atau paha ayam karena ketika sudah dipotong-potong, bentuknya mirip.

Ia lantas memberanikan diri mencobanya. Menurutnya rasa daging kodok sangat lembut. "Rasa dagingnya seperti menyatu dengan rasa bubur, yang diberi bumbu ringan," kata Marielle.

Marielle, reporter Insider mengatakan rasa kodok mirip seperti ayam dan kepiting. Foto: Marielle Descalsota/Insider

Untuk teksturnya, tidak sekeras daging ayam, tapi lebih padat dari fillet ikan. "Saya pikir yang paling mirip adalah daging kepiting yang empuk lembut, tapi tidak lembek," katanya soal tekstur daging kodok.

Ten sendiri mengolah kodok di tempatnya dengan menggunakan seluruh bagian tubuh kodok, tidak hanya kakinya. Ia mengakui orang Singapura gemar makan bubur kodok, bahkan beberapa pelanggannya bisa makan bubur kodok tiap hari.

Restoran milik Ten, Chang Jiang Claypot Frog Porridge berlokasi di Lorong 16, Geylang. Ten membuka bisnis makanannya ini bersama suaminya sejak 2000. Pada 2019, mereka memindahkan restoran ke lokasi sekarang dengan konsep ruangan yang memiliki udara terbuka.

Bubur kodok bisa dinikmati di Chang Jiang Claypot Frog Porridge yang ada di Geylang. Foto: Marielle Descalsota/Insider

Mengenai penjualannya, bubur kodok sebenarnya juga ada di Indonesia. Dahulu di kawasan Mangga Besar, ada restoran Geylang Lor 9 asal Singapura yang terkenal dengan sajian bubur kodoknya. Tapi kini restoran ini sudah tutup.

Saat ini bubur kodok masih bisa dinikmati di restoran New Home Town yang beralamat di Jl. Labu No. 10, Mangga Besar, Jakarta Barat. Bubur kodok gaya Singapura ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 60 ribu.

Banyak pengunjung memuji kelezatan bubur kodok di sini. Ada yang bumbunya versi pedas yaitu cabe kering dan tidak pedas yaitu bawang jahe.


Sumber : detik.com

0 comments: