Cantik! Resor Ini Miliki Pantai Udara Pertama di Dunia Pakai Nama Bali

Rabu, April 27, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Sebuah resor tampak indah dengan kemewahannya. Ada 'pantai udara' yang desainnya seperti kupu-kupu.

Melansir CNN Travel, Resor Bocas Bali memiliki kolam renang air tawar sedalam 21 meter, spa hingga santapan mewah di dalam rumah berusia 100 tahun. Resort khusus dewasa ini terletak di provinsi Bocas Del Torom Panama.

Resor ini tak punya pantai seperti pada umumnya, namun menurut pemiliknya, di sini terdapat pantai udara pertama di dunia bernama Kupu-kupu, yang tentu diambil dari bahasa Indonesia. Pantai buatan ini memiliki panjang sekitar 27 meter dan lebar enam meter.

Dibangun di atas air, Resor Bocas Bali memiliki pasir putih, pohon palem, kursi santai dan bar. Ada jalan kayu selebar 3 meter untuk menghubungkannya ke pulau. Sementara tangga ubin berwarna hijau menjadi akses ke perairan di mana wisatawan bisa snorkeling dan kayak.

"Ketika pertama kali diperkenalkan ke pulau pribadi, saya perlu sedikit meyakinkan untuk melihat bahwa tidak adanya pantai pasir putih, tapi pulau itu memiliki segalanya dan beberapa hal yang saya tidak tahu, saya inginkan. Jadi kami mulai memikirkannya," kata pemilik Bocas Bali, Dan Behm.

"Bagaimana kita bisa membangun pantai yang tampak seperti bagian dari pulau tanpa dampak negatif terhadap mangrove, karang atau kehidupan laut di sekitarnya," tambah Behm.

"Setelah kami meneliti opsi buatan manusia yang lebih tradisional, kami menyadari bahwa kami harus menjadi kreatif dan kami melakukannya," katanya. Seorang arsitek dari Kosta Rika, Andres Brenes yang mengembangkan desain awal untuk pantai tersebut.

Mungkin banyak traveler akan mengatakan kalau pantai buatan yang bisa ditemukan di dunia. Namun, Behm mengungkapkan bahwa tim telah melakukan pencarian online yang ekstensif dan belum menemukan pantai yang dibangun di atas air.

"Kami tahu beberapa pantai terapung di dunia (di mana pantau langsung dibangun di atas air) yang akan jauh lebih mudah, tapi tidak mungkin dalam kasus kami karena mereka akan merusak bakau dan karang," kata Behm.

Behm menambahkan, seluruh pantai dibangun secara manual dengan sedikit mesin modern. Bagian tersulit ialah membangun tangga seperti kolam dan pangkalan di atasa air dan menurunkan struktur ke dalam air.

"Anginnya sangat ringan sehingga sebagian besar pasir tetap di tempatnya. 90 saluran air yang ditempatkan di pantai memungkinkan air melewatinya tapi pasirnya tidak. Pohon palem di tanam di tong berisi tanah yang di dalam struktur. Jadi, mereka melakukannya dan tidak mengganggu lingkungan alam sambil menambahkan estetika Pulau Karibia," kata Behm.

Berlokasi di Pulau Frangipani Panama, 16 vila di atas airnya dibuat di Bali, kemudian dikirim ke Panama. Beberapa dilengkapi kolam rennag pribadi hingga lantai kaca yang membuat wisatawan bisa melihat kehidupan bawah laut.

Sementara itu, serangkaian rumah pohon bambu kini sedang dalam pembangunan dan akan segera dibuka. Tarifnya mulai dari USD 1.100 atau sekitar Rp 15 juta per malam selama musim ramai dan USD 900 atau sekitar Rp 12 juta pada hari biasa.

Kok bisa ada nama Bali?
Dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Guest Experience Manager Bocas Bali Luxury Water Villas, Lea Larrenduche menjelaskan soal nama Bali di resortnya.

"Pemilik hotel bukan dari Bali, beliau orang Amerika Serikat. Semua villa dan hampir semua furnitur, dekorasi datang dari Bali," ujarnya.

Sumber :detik

0 comments: