Cara Unik Buruh Gendong di Jogja Peringati Hari Kartini

Kamis, April 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Buruh gendong di Pasar Beringharjo yang mengikuti fashion show kebaya. Foto: Eva/Tugu Jogja
21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Berbagai acara pun digelar untuk memeriahkan Hari Kartini.
Tak mau ketinggalan, buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta punya cara tersendiri untuk peringati Hari Kartini. Bersama Organisasi Perempuan Berkebaya Indonesia bersama Darma Wanita Persatuan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, 40 buruh gendong di Yogyakarta mengikuti fashion show Kartini.
"Kami memilih buruh gendong karena mereka adalah bagian orang yang terlupakan. Padahal mereka cukup besar jasanya," tutur Margareta Tinuk Suhartini, Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya.
Menurutnya, para buruh gendong memiliki jiwa pejuang. Pasalnya, mereka bekerja tanpa batasan umur. Ini menjadi salah satu hasil dari emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh Kartini. Sehingga saat ini, kaum wanita bisa pergi ke luar rumah untuk bekerja.
"Selain itu, kami juga punya misi mengenalkan kebaya sebagai busana dan Jati diri perempaun Indonesia. Jadi sekali gayung bisa berbagi beberapa hal pada para buruh gendong dan masyarakat sekitar," tuturnya.
Ia mengungkapkan jika masyarakat merespons acara ini dengan baik. Berbagai pihak termasuk Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta memberikan dukungan.
"Saya mengajak untuk memperkenalkan kebaya sambil memperingati hari kartini kepada para ibu buruh gendong dengan berfashion show menggunakan baju berkebaya," kata Syam Arjayanti Ketua Darma Wanita Persatuan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta.
Ia pun mengapresiasi para wanita yang bekerja menjadi buruh gendong. Menurutnya, buruh gendong adalah pekerjaan yang mulia. Pasalnya, para wanita itu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Syam menambahkan, karena tanpa jasa Kartini, para wanita mungkin tidak bisa keluar rumah dan beraktivitas dengan bebas. Jasa dari sosok Kartini lah yang membuat kaum wanita bisa eksis di berbagai bidang.

"Kula senang nderek acara niki, biasa nipun ngagem kebaya nggih pun hari-hari biasa atasan kaos terusan ngagem jarik, angkat barang nggih pun ngagem jarik. Biasanya setelan kebaya kagem kondangan manten (saya senang mengikuti acara ini. Biasanya pakai kebaya pun di hari biasa pakai atasan kaos dan bawahan jarik. Angkat barang juga pakai jarik. Kalau setelan kebaya biasanya untuk menghadiri manten)" kata Mursinah (79), salah seorang buruh gendong.

Dia mengaku, dalam satu hari mendapat penghasilan Rp 45 ribu - Rp 50 ribu rupiah. Ia pun merasa senang bisa melakukan pekerjaan tersebut dari pada berdiam diri di rumah. (Len)

Sumber : kumparan.com

0 comments: