China Temukan Sub Varian Baru Covid-19 Omicron di Dekat Shanghai

Selasa, April 05, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


(China disebut menemukan sub varian baru Covid-19 Omicron yakni BA.1.1. yang telah menginfeksi warga di Kota Suzhou. (Foto: AP)

Jakarta, CNN Indonesia -- China menemukan sub varian baru Covid-19 Omicron di sekitar Shanghai saat kasus virus corona di Negeri Tirai Bambu melonjak drastis dalam beberapa waktu terakhir. 

Varian baru Omicron itu yakni BA.1.1. Virus ini telah menginfeksi pasien di kota Suzhou dengan gejala ringan. Kota ini terletak 80 kilometer dari Shanghai.

Pengamat mengatakan subtipe ini tak sama dengan strain virus corona yang menyebar luas di China atau negara lain, demikian dikutip Newsweek dari Global Times.


Namun, BA.1.1 memicu kekhawatiran lantaran bisa menimbulkan ancaman lebih besar di kota dekat Shanghai itu.

Salah satu kota di utara China, Dalian, juga menemukan kasus Covid-19 yang berbeda dengan subtipe itu, demikian menurut pemerintah kota dikutip Bloomberg.

Penemuan varian baru itu mencuat saat China tengah meghadapi kenaikan kasus Covid-19.

Pada Minggu (3/4), China melaporkan kasus harian dengan 13.146 kasus. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak virus corona melanda negara tersebut.

Sementara itu, Shanghai, yang tengah mengalami 'tsunami' Covid-19 melaporkan kasus harian lebih dari 8.000, termasuk 7.788 tanpa gejala.

Wakil Perdana Menteri China, Sun Chunlan, mengunjungi Shanghai guna memantau upaya pencegahan Covid-19 di kota itu.

Ia kemudian meminta pejabat kesehatan setempat agar bertindak cepat dan ketat untuk mengurangi penyebaran infeksi baru.

Sun juga menekankan semua pihak harus mematuhi strategi Nol Covid seperti lockdown segera, isolasi bagi pasien yang suspect, dan tes massal.

"Ini tugas yang sulit dan tantangan besar untuk melawan varian Omicron sembari mempertahankan fungsi operasi normal di kota besar," kata dia.

China mengambil langkah tersebut untuk mencegah penyebaran varian Omicron BA.2 atau varian siluman. Strain ini disebut lebih menular ketimbang BA.1.

Varian tersebut menjadi kasus dominan di sejumah negara termasuk China dan negara di Eropa.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: