Desa Unik di Swiss: Ada 72 Air Terjun dan Jadi Inspirasi The Lord of the Rings

Sabtu, April 23, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Desa Lauterbrunnen di Swiss. Foto: Vadym Lavra/Shutterstock
Banyak hal di dunia ini yang tercipta karena terinspirasi dari suatu hal, salah satunya sebuah tempat atau negara. Sama halnya seperti karya sastra, The Lord of the Rings, yang diciptakan oleh JRR Tolkien yang terinspirasi dari sebuah pemandangan, khususnya yang berada di Swiss.
Konon katanya terciptanya dunia Rivendell di The Lord of the Rings terinspirasi dari desa kecil yang berada di Swiss bernama Lauterbrunnen.
Dengan melihat air terjun tinggi yang mengalir menuruni gunung di latar belakang desa, dan tampak seperti membeku. Belum lagi gunung-gunung mengelilingi lembah yang tenang dan hening.
Dilansir The Travel, di desa ini lah konon JRR Tolkien mungkin telah memulai perjalanannya sendiri ke jantung The Lord of the Rings. Dan Tolkien pun menulis surat untuk putranya pada tahun 1967.
"Saya senang telah berkenalan dengan Swiss, dan dari bagian yang pernah saya ketahui paling baik dan yang memiliki efek terdalam pada saya. Perjalanan hobbit dari Rivendell ke sisi lain Pegunungan Berkabut, termasuk meluncur menuruni bebatuan yang merayap ke dalam hutan pinus, didasarkan pada petualangan saya pada tahun 1911," tulis JRR Tolkien.

Dengan demikian, misteri di balik konsepsi Rivendell, salah satu dunia paling indah dan menakjubkan di The Lord of the Rings, tidak ada lagi.
Pemandangan mencolok dari Pegunungan Alpen di Swiss mudah terlihat dalam gambaran deskriptif tentang Pegunungan Berkabut, dan ini bukan satu-satunya korelasi yang ditarik Tolkien dalam The Lord of the Rings.


Lauterbrunnen sendiri memiliki 72 air terjun di dalamnya. Desa ini terletak di antara Pegunungan Alpen, Swiss. Bukan hanya itu, Lauterbrunnen dikelilingi oleh tiga sisi dari Pegunungan Eiger, Monch, dan Jungfrau, sehingga membuat udaranya sejuk dan sangat nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.
Desa ini juga memiliki penduduk yang jumlahnya kurang dari 2.500 orang. Dan banyak orang berkunjung ke sana untuk pemandangannya yang menakjubkan, serta beberapa toko dan restoran di desa tersebut untuk melengkapi pengalaman pedesaan Swiss yang klasik.
Sumber : kumparan.com

0 comments: