Dubes China untuk RI Hadiri International Chinese Language Day di Al Azhar

Kamis, April 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Acara International Chinese Language Day di Al-Azhar pada Rabu (20/4/2022). Foto: Sekar Ayu/Kumparan
Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang, pada Rabu (20/4/2022) menghadiri acara peringatan International Chinese Language Day 2022. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Mandarin di Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta.
"Bertepatan dengan International Chinese Language Day 2022, saya merasa sangat gembira bisa berkumpul dengan Anda sekalian di Universitas Al Azhar yang mempunyai suasana budaya akademik kuat untuk merayakan festival ini," kata Lu Kang dalam siaran pers.

Festival dimeriahkan oleh sejumlah penampilan dari mahasiswa Al Azhar. Mereka menampilkan persembahan yang bercorak kebudayaan China dalam bentuk paduan suara, tari-tarian, beladiri Taijiquan, dan permainan alat musik tradisional Ghuzeng.
Dubes China Lu Kang di acara International Chinese Language Day di Al-Azhar pada Rabu (20/4/2022). Foto: Sekar Ayu/Kumparan
Lu Kang menyampaikan, Chinese Language Day telah menjadi warisan kebudayaan China. Peringatan itu lambat laun juga disebut telah menjelma menjadi tanggungjawab pemerintah China untuk membangun jembatan pertukaran pelajar ke seluruh dunia.
Menurut Lu Kang, pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia saat ini telah mengalami perkembangan pesat. Pendidikan bahasa dinilai penting karena dapat mendorong masyarakat kedua negara dapat saling memahami satu sama lain.
"Antusiasme masyarakat Indonesia pada bahasa Mandarin dan negara China lebih meningkat, personalisasi dan variasi kebutuhan dalam belajar bahasa mandarin juga lebih bertambah," ungkap Lu Kang.
Selain tertarik dalam bidang bahasa, siswa-siswi Indonesia juga telah menjadikan China sebagai tujuan populer belajar di luar negeri. Pertukaran pelajar antar kedua negara dilaporkan telah mengalami peningkatan yang signifikan.

Lu Kang menambahkan, dalam upaya untuk memajukan regularisasi dan standardisasi pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia, China telah menerapkan ujian HSK sejak 2001. HSK merupakan ujian kompetensi bahasa serupa dengan TOEFL.
Data terakhir menunjukkan, jumlah peserta HSK di Indonesia telah mencapai 175.000 orang.
Terakhir, Lu Kang mengakui hubungan bilateral Indonesia dan China dalam beberapa waktu terakhir telah memasuki periode perkembangan yang pesat dan waktu terbaiknya sepanjang sejarah.
Sejumlah kerja sama disebut telah banyak dilakukan oleh kedua negara. Tidak hanya di bidang kebudayaan dan bahasa, namun juga kerja sama vital di bidang lain.
"Pertukaran tingkat tinggi lebih erat, kerja sama dalam perdagangan lebih dalam, kerja sama untuk melawan Covid-19 lebih baik," tutup dia.


Sumber : kumparan.com

0 comments: