Hong Kong yang Makin Sengsara, Jangan Pegang Remote TV Hotel

Senin, April 25, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Foto: Ilustrasi Hong Kong (Rengga Sancaya)

Aturan terbaru merusak status Hong Kong sebagai pusat penerbangan dunia. Ada pula saran untuk tidak memegang remote hotel.
Kebijakan terkait COVID-19 di Hong Kong terus membatasi aturan perjalanan di sana. Melansir CNN, Jumat (22/4/2022), hanya ada satu penerbangan dari luar kawasan Asia Pasifik yang mendarat pada Selasa dan Rabu.

Pemerintah baru-baru ini mengizinkan penerbangan dari sembilan negara, termasuk Australia, Inggris, dan Amerika Serikat setelah larangan selama dua hingga tiga bulan. Tapi, maskapai terus berjuang dengan kebijakan ketat nol COVID.


Di minggu ini, pejabat melarang penerbangan lagi dari India, Pakistan dan Filipina untuk sementara. Hingga Rabu, 11 rute penerbangan dari 10 maskapai telah dihentikan sementara, termasuk dari London dan Amsterdam, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Gangguan terbaru terkait peraturan kontroversial yakni mengharuskan rute ditangguhkan selama tujuh hari jika tiga atau lebih penumpang positif COVID-19 pada tes penerbangan masuk atau memiliki dokumentasi kesehatan yang tidak memadai.

Maskapai yang terkena dampak adalah Cathay Pacific, Singapore Airlines, Ethiopian Airlines, Qatar Airways, KLM Royal Dutch Airlines, Air India, Turkish Airlines, Malaysia Airlines, All Nippon Airways dan maskapai anggaran regional Scoot, menurut otoritas Hong Kong.

Cathay hanya akan menerbangkan 2% dari kapasitas penumpang normal karena Hong Kong tetap tertutup. Dalam beberapa bulan terakhir, munculnya varian Omicron membuat aturan ini telah diaktifkan berulang kali.

Itu menyebabkan banyak penerbangan ke Hong Kong dibatalkan dan kekacauan bagi pelancong di seluruh dunia. Dalam bulan ini, 21 rute telah ditangguhkan karena aturan tersebut, menurut penghitungan CNN.

Joanne Townson, yang telah tinggal di Hong Kong selama lebih dari 25 tahun, mengatakan setidaknya enam penerbangannya ke Hong Kong dibatalkan selama 16 bulan terakhir karena berbagai alasan, termasuk peraturan.

Dia mengatakan larangan penerbangan dan pembatasan karantina di Hong Kong baru-baru ini mendorongnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang dicintai dan terbang ke Eropa, karena dia tidak dapat melihat putrinya selama 18 bulan.

Aturan penangguhan penerbangan itu mengancam posisi Hong Kong sebagai pusat penerbangan dunia. Sebelum krisis kesehatan global, kota ini adalah rumah bagi salah satu bandara tersibuk di dunia.

Efek terbaru dari pembatasan terlihat jelas pada hari Selasa, karena hanya ada satu penerbangan datang ke Hong Kong dari luar kawasan Asia Pasifik, menurut Bandara Internasional Hong Kong. Penerbangan tersebut dioperasikan oleh Emirates dan berasal dari Dubai.

"Pembatasan di sana sangat parah dan secara langsung menyebabkan pembatalan banyak layanan membuat maskapai merasa sangat sulit untuk beroperasi di sana," Willie Walsh, direktur jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional, mengatakan pada konferensi pers awal bulan ini.

Walsh menambahkan bahwa status Hong Kong sebagai pusat internasional telah tergelincir. Secara efektif, kota itu sekarang tidak terlihat.

"Saya pikir akan sulit bagi Hong Kong untuk pulih," katanya.

Selain kabar dari Hong Kong dengan aturan barunya, ada pula saran dari mantan pramugara untuk tidak memegang remot Tv hotel.


Sumber :detik.com

0 comments: