Jembatan Pelangi Diresmikan, Akses Wisata ke Malang Selatan Kini Kian Mudah

Sabtu, April 09, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 04 08 406 2575315 jembatan-pelangi-diresmikan-akses-wisata-ke-malang-selatan-kini-kian-mudah-JhTsWn8EOw.JPG

AKSES wisata ke Malang selatan kini lebih lancar pasca-diresmikannya Jembatan Pelangi yang ada di Desa Srigonco. Peresmian jembatan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (7/4/2022) guna memudahkan akses ke sejumlah destinasi wisata di selatan Kabupaten Malang tepatnya di jalan lingkar selatan (JLS).

Khofifah menyebut, jembatan dengan panjang 120 meter dengan lebar mencapai 7 meter ini kian memudahkan akses masyarakat yang berujung pada terdongkraknya kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, peresmian jembatan ini juga membuka akses infrastruktur wisata di Kabupaten Malang yang dulunya dinilai kurang maksimal lantaran harus memutar melalui jalur di jurang mayit yang rawat kecelakaan dan kemacetan.

Terlebih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan bahwa jalan di Gondanglegi - Bantur melalui Desa Srigonco ini paling potensial untuk dibangun koneksi dari Kota Malang ke Jalur Lintas Selatan (JLS).

Sehingga kehadirannya, diproyeksikan akan mempermudah akses jalan menuju kawasan wisata di Malang Selatan.


"Maka jalur dari Gondanglegi ke sini (Srigonco) akan dijadikan jalan nasional. Sehingga jika percepatan pembebasan lahan sudah bisa dilakukan oleh Pemkab Malang tahun ini, akan mempercepat keputusan final di Kementerian PUPR untuk jadi jalan nasional," ucap Khofifah, di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Mantan menteri sosial ini menargetkan jembatan ini akan menjadi langkah awal terkoneksinya ke jalur lingkar selatan (JLS).

Hal ini tentu menjadi kabar gembira karena akan kian menghubungkan kawasan Malang Selatan dengan sentra-sentra pendidikan, ekonomi dan sentra kemajuan lainnya.

"Insya Allah di tahun 2023 berdasarkan informasi BBJPN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional), akan terkoneksi ke JLS," ujarnya.

Dengan kehadiran konektivitas infrastruktur yang memadai disebut Khofifah akan mengembangkan dan memajukan potensi yang ada di suatu daerah, termasuk sektor wisata.

"Koneksitas akan terus kita ikhtiarkan sehingga akan tumbuh kembang kultur masyarakat yang baik dan produktif," ucapnya.

Usai meninjau kondisi Jembatan Pelangi, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Malang, Wakil Bupati Malang, Sekda Kabupaten Malang, Kabag TU BBJPN Jawa-Bali juga meninjau kawasan JLS seksi 9 dan 10.

Jembatan Pelangi

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

Di mana pada ujung kedua seksi tersebut, terdapat lokasi paralayang Batu Waung yang sempat menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi paralayang internasional. Gubernur Khofifah juga berkesempatan menyaksikan langsung keindahan pantai dari atas bukit serta praktek paralayang oleh para pengelola wisata setempat.

"Semoga apa yang sedang kita upayakan bersama bisa segera terwujud, sehingga Jawa Timur bisa menjadi lokasi diselenggarakannya event internasional paralayang," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi mengharapkan Jembatan Pelangi ini bisa membawa keberkahan bagi masyarakat yang ingin melakukan wisata di kawasan Malang Selatan.

Kehadiran Jembatan Pelangi ini, diyakini akan memberikan dampak perekonomian masyarakat Malang Selatan yang selama ini tingkat kemiskinan masih tinggi.

"Koneksitas antara Malang Raya dan Malang Selatan bisa mempercepat dan mendukung arus informasi serta ekonomi bagi masyarakatnya. Jika nanti semua terkoneksi akan memberikan dampak terhadap perekonomian dan membuka akses antara Malang Raya dan Malang Selatan," ungkap Sanusi.

Apalagi di wilayah Malang selatan sepanjang 130 kilometer di kawasan JLS terdapat banyak sekali tempat wisata yang didominasi pantai. "Ini akan jadi optimisme kita bersama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.



Sumber : OKEZONE

0 comments: