Kisah Ani Tinggalkan Soppeng Gegara Utang, Kini Punya Perusahaan di Dubai

Jumat, April 29, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Soppeng - Nur Afni Ramang, wanita asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) sukses membangun perusahaan di Dubai. Siapa sangka, keberhasilan Afni itu berawal dari jeratan utang hingga ia nekat merantau ke Dubai, Uni Emirat Arab.

"Saya terlilit utang, orang tuaku sudah meninggal sejak kecil. Suami cerai pada tahun 2008. Makanya saya tinggalkan Soppeng," kata Afni kepada detikSulsel 

Perempuan yang akrab disapa Ani ini dulunya hanyalah ibu rumah tangga dan kadang ada usaha-usaha kecil. Namun, karena masalah rumah tangga, Ani membulatkan tekad meninggalkan Bumi Latemmamala, julukan Kabupaten Soppeng ke Jakarta.

"Kebetulan di Jakarta ada agen tenaga kerja wanita (TKW), masuk di situ dibikinkan paspor, lampirkan KTP, dan setelah dua minggu baru ada majikan dan bekerja sebagai asisten rumah tangga," sebutnya.

Ani berangkat ke Dubai pada Juni tahun 2014 tanpa keterampilan apapun, bahasa Arab dan bahasa Inggris pun tidak bisa sama sekali. Ani mengaku hanya mengenyam pendidikan sampai SMA.

Selama di Dubai, Ani bekerja selama 7 bulan sebagai asisten rumah tangga. Setelah menjadi asisten dia mulai bisa bahasa Arab secara perlahan.

Ani pun mencoba peruntungan dengan memasukkan Curriculum Vitae (CV) di salah satu kantor konsultan di Uni Emirat Arab. Ada ratusan orang yang mendaftar, dari Indonesia ada dua orang.

"Alhamdulillah saya bisa diterima dan 7 bulan saya jadi sekretaris, karena beberapa orang Arab mempercayakan untuk buka kantor konsultan sendiri," ungkapnya.

Ani mendirikan perusahaan dengan nama Alichani Human Resources Consultancy. Kantor itu bergerak mengatur sopir, asisten rumah tangga, mengurus panti jompo, dan sebagainya.

"Namun tidak sembarangan orang bisa buat kantor begitu. Di Dubai itu harus bikin surat izin yang harus ada orang Arab yang menjadi atas nama, saya menjadi owner dan saya yang kelola itu kantor," sebutnya.

Baca juga:
Kisah Sadariah Mahasiswi Polewali Mandar Ekspor Sapu Lidi 25 Ton ke India
Karyawan kantor Ani hanya sedikit, tetapi mengelola banyak TKW dari Indonesia, Filipina, Sri Langka, Afrika, Utopia, Pakistan, dan India. Semuanya di atur ke Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Malaysia.

"Paling banyak permintaan di Dubai karena negara terkaya. Sedikitnya sekali sebulan yang diterbangkan 50 orang dari Indonesia. Satu pembantu dibayar Rp 80 juta. Orang Arab ini butuh pembantu, bahkan saat saya sementara di Soppeng pulang kampung, masih banyak majikan menelepon," bebernya.

Baca juga:
Pekan Raya Makassar Tolak Tri Suaka-Zinidin Zidan Buntut Hujatan Netizen
Ani mengaku tidak pernah membayangkan bisa sampai di posisi ini sekarang. Apalagi kini dia juga usaha pengiriman kayu gaharu ke Dubai untuk bikin parfum, pengharum ruangan. Bahkan bisnisnya sudah merambah ke skincare, dan travel.

"Semua utang sudah saya bayar. Alhamdulillah sudah ada aset, bangun kos untuk masa depan anakku yang memilih tinggal di Soppeng. Anakku satunya lagi saya bawa ke Dubai untuk meneruskan usaha," jelasnya.

Sumber :detik

0 comments: