Masjid Batu Akik Ngawi dan Cerita Jejak Tangan Sunan Kalijaga

Kamis, April 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Hampir seluruh sudut bangunan dan tiang penyangga Masjid Miftahul Huda Al Hajar berbahan batu alam atau batu akik (Arsip Pondok Pesantren Miftahul Huda)

Jakarta, CNN Indonesia -- Masjid Miftahul Huda Al Hajar yang berada di Ngawi, Jawa Timur memiliki keunikan di mana seluruh pilar masjid terbuat dari batu akik. Tak heran masjid yang letaknya berada di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda ini dikenal dengan sebutan Masjid Batu Akik.

Sofyan Yusuf sebagai pengurus Pondok Pesantren Muftahul Huda sekaligus putera pendiri masjid menceritakan, Masjid Batu Akik dibangun pada 2009 oleh KH Ali Syamsudin Yusuf Husein.


Foto: Arsip Pondok Pesantren Miftahul Huda
Masjid Batu Akik, Ngawi, Jawa Tengah

Pilar masjid terdiri dari 47 tiang batu akik dengan berat sekitar 7 hingga 13 ton. Batu tersebut dipercaya merupakan peninggalan Walisongo saat membangun Masjid Tiban di Pacitan.

Gus Sof menceritakan ada hal aneh ketika batu-batu itu ditemukan. Bentuk batu yang unik serta bersejarah membuat banyak orang ingin memilikinya. Namun tak sembarang bisa membawanya. Ada seseorang yang disebut dari Keraton Solo hendak membawa batu tersebut. Setelah batu diangkut dan sampai ke Solo, esok harinya batu tersebut menghilang.

"Salah satu batu kembali ke asalnya. Kembali lagi ke Pacitan. Lain hari mau bawa ke Bali. Ternyata sama. Balik lagi ke asalnya. Sampai Bapak saya mendengar cerita tersebut dari muridnya, memutuskan untuk mengambil batu tersebut karena sebelumnya sudah mendapatkan mimpi mengenai masjid ini," kata Gus Sof.

Salah satu tiang batu tersebut terdapat lubang sedalam 10 sentimeter. Lubang tersebut menurut cerita masyarakat Pacitan merupakan jejak tangan Sunan Kali Jaga.

"Batu itu ditaruh di paling selatan masjid," jelas Gus Sof.

Foto: Arsip Pondok Pesantren Miftahul Huda
Masjid Batu Akik, Ngawi, Jawa Tengah

Sekilas masjid ini tampak seperti bangunan yang belum selesai. Sebab, tiang-tiang batu di masjid itu memang sengaja dibuat utuh. Meskipun demikian, tetap saja masjid ini memiliki kesan adem dan nyaman layaknya masjid pada umumnya.

Selain tiang penyangga, terdapat sekitar 15 ribu yang sudah jadi atau dipoles menghiasi bagian Mihrab atau tempat pengimaman.


"Tapi memang untuk tiang akan dibiarkan seperti itu alami saja," tutup Gus Suf.

Masjid unik yang ada di Ngawi ini selain sebagai tempat ibadah, juga kerap dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan Masjid Akik ini. Tidak hanya dari warga Ngawi, melainkan juga dari luar daerah.

Foto: Arsip Pondok Pesantren Miftahul Huda
Masjid Batu Akik, Ngawi, Jawa Tengah


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: