Mudah Banget, Dokter Ungkap Tips Sehat Pasien Gangguan Saluran Kemih Selama Puasa Ramadan

Sabtu, April 23, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi tips sehat pasien gangguan saluran kemih selama puasa Ramadan. (Foto: Shutterstock)

DOKTER spesialis Urologi Adistra Imam Satjakoesoemah Sp.U FICS mengatakan para pasien gangguan saluran kemih wajib memenuhi asupan cairan selama bulan Ramadan. Salah satunya, minum 1 liter air saat sahur, ini sangat penting walau terkadang membuat tidak nyaman.

"Kalau saya sarankan pasien saat sahur dan berbuka cukupi kebutuhan hidrasi, misalnya 1,5–2 liter. Saat sahur minum 1 liter saja. Saya tahu pasti tidak enak, terkencing-kencing pas day time," ujar dr Adistra dalam sebuah webinar kesehatan, Jumat 23 April 2022, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa yakni dengan minum 1 liter saat sahur dan 1 liter lagi kala berbuka puasa menjadi salah satu cara agar pasien tidak terkena infeksi pada saluran kemih.

"Ini salah satu cara kita menjaga supaya tidak terkena infeksi. Saat berbuka dipenuhi lagi 1 liter sisanya," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Merujuk Mayo Clinic, infeksi saluran kemih (ISK) bisa terjadi dari sistem kemih yakni ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bagian bawah, kandung kemih, dan uretra.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak di kandung kemih. Minum banyak cairan, terutama air putih dapat membantu mengencerkan urine Anda dan memastikan Anda akan buang air kecil lebih sering sehingga memungkinkan bakteri dikeluarkan dari saluran kemih Anda sebelum infeksi dapat dimulai.

Di sisi lain, sering berkemih sendiri bisa jadi termasuk penyakit berbeda, misalnya ada masalah pada fungsi kandung kemih sehingga menyebabkan sering buah air kecil atau disebut overactive bladder (OAB).

Dokter Adistra mengatakan, kondisi ini paling sering dialami para perempuan dan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

"Nanti mengenai masalah sering kencingnya sendiri itu bisa juga penyakit berbeda, pada wanita yang sering terjadi overactive bladder. Baiknya kalau ada masalah kencing sebaiknya periksakan diri ke urolog, nanti ada terapi khusus," pungkasnya.


Sumber : okezone.com

0 comments: