Ngabuburit Warga Lamongan Ini Beda, Terbangkan Layangan Naga Sepanjang 30 Meter

Kamis, April 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Layangan naga siap diterbangkan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)

Lamongan - Warga Lamongan memiliki cara unik untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa. Mereka memanfaatkan dengan bermain layang-layang berbentuk ular naga berukuran raksasa.
Berlokasi di tanah lapang di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, puluhan warga menerbangkan layang-layang naga yang ukurannya besar. Beragam ukuran layang-layang naga meliuk-liuk diterpa angin seakan menari. Inilah keseruan bagi yang menerbangkannya dan juga bagi warga yang hanya sekedar melihat lenggok layang-layang yang diterpa angin tersebut.


"Kami datang ke sini karena ingin menerbangkan layang-layang naga sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka," kata Arul, salah satu pecinta layang-layang naga yang berasal dari Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah saat berbincang dengan detikJatim di sela-sela menerbangkan layang-layang, Kamis (21/4/2022).

Layang-layang naga yang diterbangkan Arul dan rekan-rekannya itu memiliki ukuran yang lumayan panjang. Ukuran terkecil yang diterbangkan di tanah lapang di Kelurahan Sukomulyo itu adalah 30 meter dengan diameter layang-layang 30 cm. Ada juga layang-layang dengan bahan kain parasut ini yang ukurannya lebih panjang lagi, yaitu 60 meter.

"Bahan untuk layang-layang naga seperti ini adalah kain parasit dan fiber, kami membuat sendiri layang-layang ini, tapi kalau ada yang ingin membeli ya kami lepas," akunya.


Biaya membuat layang-layang naga ini, Arul mengaku tergantung dengan ukuran. Karena semakin panjang dan besar layang-layang, biaya pun semakin besar. Arul mencontohkan untuk ukuran panjang 30 meter yang ia sebut dengan layang-layang naga pelangi, dia menghabiskan uang sekitar Rp 3 juta.

Dan untuk yang lebih besar lagi bisa menghabiskan Rp 4,5 juta. Demikian pula waktu pembuatan, Arul mengaku jika untuk ukuran 30 meter ia membutuhkan waktu setidaknya selama 1 bulan.

"Harga segitu baru biaya untuk membeli bahan-bahannya, kalau untuk dijual kembali tentunya harga akan lebih mahal lagi. Kalau ada yang pesan juga akan kita buatkan," ujarnya.

Arul dan teman-temannya yang tergabung dalam Bonorowo Club itu selalu berpindah-pindah tempat untuk menerbangkan layang-layang naganya. Layang-layang raksasa mereka juga tidak melulu berbentuk naga, karena ada model lain yang juga berukuran besar seperti model pesawat terbang dan juga model-model lainnya.

"Kami biasanya satu bulan sekali ngumpul sambil menerbangkan layang-layang seperti saat ini, dan selalu berpindah-pindah tempat sambil memilih tempat yang berpotensi memiliki angin yang kencang agar layang-layang bisa terbang," imbuhnya.


Untuk satu layang-layang naga, membutuhkan setidaknya 3 orang untuk menarik tali kekang layang-layang dan 4 orang lainnya menjaga dan menerbangkan ekor layang-layang agar tidak nyangkut dan bisa terbang tinggi. Semakin besar layang-layang, semakin banyak orang yang dibutuhkan untuk mengangkat layang-layang naga ini.

"Untuk membuat layang-layang naga ini dibutuhkan ketekunan karena panjang dan ukuran juga harus pas agar layang-layang bisa terbang. Selain itu tali temali layang-layang juga harus pas," terang Arul membagikan tipsnya membuat layang-layang.

Lokasi lain yang kerap mereka pakai untuk menerbangkan layang-layang, ungkap Arul, adalah lapangan dan juga pantai. Sebab angin pantai yang kencang membuat layang-layang mereka bisa segera menari di udara.

Bentuknya yang menarik dan unik dengan berbagai motif menjadi daya tarik warga sekitar untuk menonton di pinggir, keseruan bermain layang-layang naga ini pun menjadi hiburan gratis warga.

"Saya ke sini kebetulan mengantarkan anak yang ingin melihat layang-layang sekalian ngabuburit," kata Sasmito yang mengajak anaknya.





Sumber : detik.com

0 comments: