Ngeri! Pria Jerman Divaksin 90 Kali Demi Jualan Kartu Vaksin Palsu

Selasa, April 05, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ngeri! Pria Jerman Divaksin 90 Kali Demi Jualan Kartu Vaksin Palsu
Ilustrasi vaksin, efek samping vaksin booster (Freepik)

Suara.com - Seorang laki-laki berusia 60 tahun di Jerman diduga telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 puluhan kali demi menjual kartu vaksinasi palsu dengan nomor batch vaksin asli kepada orang-orang yang tidak ingin divaksinasi.

Kantor berita Jerman DP melaporkan laki-laki dari kota Magdeburg, di bagian timur Jerman – yang sesuai aturan privasi Jerman maka namanya tidak dirilis kepada publik – dikatakan telah menerima hingga 90 kali vaksinasi melawan COVID-19 di pusat vaksinasi di negara bagian Saxony selama berbulan-bulan hingga polisi menangkapnya April ini.

Tersangka tidak ditahan, tetapi sedang diselidiki karena memiliki kartu vaksinasi dan memalsukan dokumen yang tidak sah.

Laki-laki itu ditangkap di pusat vaksinasi di Eilenbury, di kota Saxony, ketika ia datang untuk vaksinasi COVID-19 selama dua hari berturut-turut. Polisi menyita beberapa kartu vaksinasi kosong dan memulai proses gugatan hukum. Belum jelas apa dampak sekitar 90 suntikan vaksinasi COVID-19 dari berbagai merk terhadap kesehatannya.

Dalam beberapa bulan ini polisi Jerman telah melakukan banyak penggerebekan terkait pemalsuan paspor vaksinasi. Banyak orang menolak divaksinasi vaksin COVID-19, tetapi pada saat yang sama ingin memiliki paspor COVID-19 untuk memudahkan mengakses kehidupan publik dan memudahkan masuk ke tempat-tempat seperti restoran, teater, bioskop, kolam renang dan sebagainya.

Jerman Kembali Alami Lonjakan COVID-19

Jerman kembali mengalami peningkatan kasus COVID-19 selama beberapa minggu terakhir ini, tetapi langkah-langkah pengendalian pandemi – seperti pembatasan sosial – berakhir Jumat lalu (31/3). Mengenakan masker tidak lagi wajib di toko-toko eceran dan sebagian besar bioskop, meskipun masih wajib di transportasi umum.

Di sebagian besar sekolah di Jerman, para siswa tidak lagi wajib mengenakan masker; yang memicu asosiasi guru di negara itu untuk mengeluarkan peringatan akan kemungkinan konflik di dalam kelas.

Pakar-pakar kesehatan mengatakan lonjakan kasus COVID-19 terbaru di Jerman dipicu oleh sub-varian BA.2 Omicron. Pada hari Minggu Jerman melaporkan 74.053 kasus baru COVID-19, lebih sedikit dibanding satu minggu lalu ketika ada 111.224 kasus baru yag dilaporkan.

Secara keseluruhan 130.029 orang telah meninggal dunia di Jerman karena COVID-19. (Sumbr: VOA Indonesia)

Sumber : Suara.com

0 comments: