Ngiring Melancaran! Nikmati Ngarai Eksotis di Hidden Canyon Guwang

Selasa, April 26, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Gianyar - Libur hari raya Idul Fitri sebentar lagi tiba. Sudah saatnya untuk merencanakan waktu liburan bersama keluarga ke sejumlah objek wisata sembari relaksasi.
Sejumlah objek wisata di Bali kini bersaing memberikan promo demi memanjakan pengunjung.

Ada banyak pilihan destinasi wisata menarik di Pulau Dewata yang bisa dikunjungi selama cuti bersama Idul Fitri, beberapa hari mendatang. Sejumlah kawasan wisata di Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali rasanya menarik dijelajahi.

Bagi pecinta wisata alam khusus, tidak ada salahnya mencoba Hidden Canyon Beji di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Berjarak sekitar 15 km dari Denpasar dan 14 km dari kawasan Ubud, Gianyar, destinasi berbasis ecotourism ini terbilang ngetop.

Tidak sedikit petualang dari berbagai belahan di dunia datang ke sana untuk sekadar healing.

Hidden Canyon Beji Guwang diminati karena menawarkan gugusan dinding batu berukir yang terbentuk melalui proses alami. Sehingga layak dijadikan latar foto di akun media sosial.

Rasa lelah selama menyusuri sungai sepanjang 800 meter akan terbayar setelah melihat tiga kawasan ngarai yang eksotis. Apalagi jika matahari tepat di atas, ujung dinding ngarai akan menimbulkan bias cahaya. Namanya saja wisata khusus, para pengunjung wajib memastikan kondisi fisik tetap prima.

Sebab pengunjung mesti merasakan jalan-jalan total sejauh 3,5 kilometer. Wisatawan juga harus rela berbasah-basah.

Setelah disuguhi panorama tiga ngarai eksotis, pengunjung dapat hadiah plus berupa hamparan sawah dan perkampungan yang keasriannya masih terjaga.

"Kami kembangkan konsep wisata alam. Antara konsep agrowisata dengan sosial-budaya dikombinasi. Pemandangan yang sekaligus bisa dinikmati wisatawan selama dua jam," ujar Manajer Hidden Canyon Beji Guwang, Nyoman Ariawan Mastina.

Tapi tenang, pengunjung bakal ditemani pemandu berpengalaman selama menyusuri sungai. Dengan Rp 120 ribu per orang, pengunjung sudah bisa mendapat paket komplet.

Harga tiket itu masih terjangkau karena sudah termasuk dapat air minum, handuk, loker, asuransi, dan servis lainnya.

Nyoman Ariawan menjelaskan, Hidden Canyon Beji Guwang mulai dikembangan pada 2012 lalu. Saat ini, 70-80 persen kunjungan didominasi wisatawan domestik, menyusul pasar mancanegara yang sempat merajai.

Pihaknya mengakui, besaran tarif yang berlaku saat ini sudah sama rata antara wisatawan asing, domestik dan lokal Bali.

"Motivasi kami, bagaimana mengembangkan objek wisata yang bisa dinikmati semua kalangan. Mulai dari budget rendah, menengah hingga kelas atas. Kami belajar dari pandemi, bahwa yang awalnya pasar mancanegara mendominasi, justru anjlok di kondisi tertentu. Saat ini kami ubah segmen pasar," tegasnya.

Salah satu cara menarik banyak kunjungan adalah mulai mengembangkan segmen wisata umum. Sebagai pendukung objek utama Hidden Canyon.

"Kami mulai tata taman di sekitarnya, ada restoran dan cafe, sehingga bagi yang tidak interest dengan wisata khusus tetap betah," terang Nyoman.

Paska pandemi melandai, tingkat kunjungan perlahan meningkat. Dari rata-rata 120 kunjungan, meningkat 400 orang selama sebulan, atau rata-rata 80-100 orang per hari. Jika mengacu tahun 2019, kunjungan bisa tembus 1.000 orang per bulan. "Tapi angka 400 pengunjung sudah tergolong baik," ucapnya.

Sebagai tambahan, pengunjung juga wajib membawa pakaian ganti setelah menyusuri sungai. Jika ada sepatu air atau sandal adventure, akan lebih bagus.

Hidden Canyon mulai buka pukul 8.30 sampai 16.30, dapat ditempuh selama 30 menit dari Denpasar dan sekitarnya.

Sumber :detik

0 comments: