Pasca Bule Viral, Tokoh Adat Batur Akan Gelar Mecaru

Selasa, April 26, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Puncak Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli (Foto: Dok.Detikcom)

Bangli - Selama dua tahun berturut-turut, kesucian Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali dikotori oleh aksi tak senonoh oknum warga negara asing (WNA).

Pertama pada April 2021 lalu. Aksi video mesum sepasang turis di jalur pendakian Gunung Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli sempat menghebohkan jagat maya.

Terbaru, video aksi nekat pria bule menari telanjang juga tak kalah menghebohkan pengguna media sosial.

Peristiwa tidak senonoh yang terjadi beberapa kali di Gunung Batur itu membuat tokoh adat di Batur, Kecamatan Kintamani, geram.

Tokoh Desa Batur yang juga Pangempon Pura Ulundanu Batur, Jro Gede Batur Duuran menilai perbuatan itu adalah sebuah pelanggaran norma.

Dirinya menyayangkan adanya oknum-oknum turis yang berbuat tidak patut di kawasan Gunung Batur karena jelas menimbulkan leteh (kekotoran) secara niskala.

Atas kejadian viral itu, pihaknya berencana menggelar mecaru (upacara pembersihan) sesuai tradisi Hindu Bali. Namun ia belum memastikan kapan mecaru itu digelar.

Menurutnya upacara itu penting untuk mengembalikan nilai kesucian kawasan tersebut. "Karena upacara ini berfungsi menjaga keseimbangan alam sesuai kepercayaan kami. Untuk upacara pasti digelar," jelas Jro Gede Batur Duuran, Senin (25/4/2022).

Jro Gede Batur Duuran menjelaskan, masyarakat setempat dan warga Bali pada umumnya sangat menghormati kesucian kawasan Gunung Batur dan sekitarnya.

Warga percaya apabila ada yang berbuat tak baik di kawasan Gunung Batur, kelak akan mendapatkan hal setimpal atas perbuatannya di kemudian hari.

Karena itu, dirinya berpesan agar siapapun yang datang ke kawasan Batur wajib menjunjung norma-norma.

"Sesuai kepercayaan, gunung dipercaya sebagai lingga yang harus disucikan," tegasnya.

Jro Gede Batur Duuran mengakui, masyarakat sekitar Batur sebenarnya sangat mengharapkan kehadiran wisatawan asing.

Pasalnya, banyak warga yang hidup dari sektor pariwisata. Namun ia menyayangkan adanya oknum oknum turis yang tidak menghormati tradisi adat di Bali.

Di sisi lain, ia berharap kejadian serupa tidak terulang.

"Kami sedih. Jadi ke depan meminta semua pihak ikut mengawasi wisatawan yang akan mendaki ke Gunung Batur. Kalau tidak, masalah seperti itu akan lanjut terus. Supaya tidak dianggap remeh," pintanya. (*)


Sumber : detik.com

0 comments: