Perkosa Biawak, Empat Lelaki Ditahan di India

Senin, April 18, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Perkosa Biawak, Empat Lelaki Ditahan di India
Empat lelaki di India ditahan pihak berwenang pada awal April 2022 karena diduga telah perkosa biawak. Foto: Ilustrasi biawak. [shutterstock]

Empat lelaki ditahan pihak berwajib di India karena diduga telah perkosa biawak, demikian diwartakan Netshark pada akhir pekan ini. Pemerkosaan biawak itu terjadi Cagar Alam Sahydari, Maharashthra di India bagian barat.

Keempat lelaki itu ditahan oleh otoritas berwenang setelah mereka terekam kamera pengintai tengah berkeliaran dan menerobos cagar alam yang dibangun untuk melindungi harimau benggala itu.

Saat digeledah, petugas jagawana kemudian menemukan video pemerkosaan biawak di dalam ponsel yang disita dari keempat lelaki tersebut. Setidaknya satu dari empat lelaki itu terekam sedang memperkosa biawak tersebut.

Adapun kasus ini awalnya terungkap setelah para pelaku menerobos ke dalam cagar alam pada 31 Maret 2022. Aksi mereka terekam kamera perangkap yang sedianya berfungsi untuk mendeteksi aktivitas harimau benggala.

Petugas jagawana kemudian melaporkan kasus tersebut dan para pelaku ditangkap pada periode 2 sampai 4 April. Kepada pihak berwenang, keempat lelaki itu mengaku sebagai pemburu.

"Kasus ini menjadi perhatian serius ketika ponsel yang disita dari salah satu pelaku mengungkap pemerkosaan terhadap biawak," kata Vishal Mali, petugas jagawana kepada Times of India pada Kamis (14/4/2022).

Mali mengatakan dengan temuan video itu, para pelaku terancam dibui selama tujuh tahun karena menangkap binatang dilindungi. Biawak termasuk dalam binatang dilindungi di India.

Selain itu mereka juga terancam penjara seumur hidup. Alasannya karena undang-undang pidana India melarang manusia berhubungan seks dengan binatang.

Para pelaku telah ditahan selama tujuh hari dan pada 8 April lalu mereka dibebaskan dengan jaminan oleh pengadilan, sambil menantikan proses hukum lebih lanjut dalam kasus perkosa biawak tersebut.

Sumber : Suara.com

0 comments: