Telur Paskah, Lebih dari Hidangan Wajib Perayaan Kebangkitan Yesus

Senin, April 18, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Perayaan Paskah selalu diwarnai dengan telur. Dalam tradisi gereja Katolik, biasanya anak-anak anak dilibatkan dalam lomba menghias telur Paskah. (Pixabay/MirellaST)

Jakarta, CNN Indonesia -- Perayaan Paskah selalu diwarnai dengan telur. Dalam tradisi gereja Katolik, biasanya anak-anak anak dilibatkan dalam lomba menghias telur Paskah.

Telur yang sudah direbus disiapkan untuk dicat, ditempel hiasan atau diberi lukisan sesuai kreativitas anak.

Di gereja lain ada pula kompetisi mencari telur Paskah. Telur-telur dekoratif disembunyikan hingga membuat anak-anak makin bersemangat mencari.


Telur-telur hias ini pun pada akhirnya akan dinikmati layaknya hidangan pesta. Namun ternyata kehadiran telur bukan hanya sekadar hidangan wajib saat Paskah.

Paskah dirayakan bertepatan dengan awal musim semi. Di negara-negara empat musim, musim semi jadi waktu di mana bunga-bunga bermekaran dan hewan-hewan melahirkan.

Sebagaimana dilansir Time, telur adalah simbol dari kelahiran kembali dan kesuburan.

Menurut Good Housekeeping, dalam budaya kuno termasuk Yunani dan Mesir kuno, telur juga dilihat sebagai lambang kesuburan dan hidup baru. Telur digunakan dalam ritual agama dan digantung pada kuil-kuil.

Tidak heran telur dikaitkan dengan Paskah sebab telur menyimbolkan awal yang baru setelah Yesus bangkit. Kadang telur Paskah juga disebut telur kebangkitan.

Asal usul telur Paskah
Asal usul telur Paskah dimulai di Eropa Abad Pertengahan. Tradisi ini kemungkinan tidak berasal dari orang Kristen, tetapi tradisi agama lain.

Carole Levin, profesor sejarah dan direktur Medieval and Renaissance Studies Program, University of Nebraska, berkata banyak ahli meyakini Paskah berasal dari festival Anglo-Saxon yang merayakan dewi Eastre dan datangnya musim semi.=

"Beberapa misionaris Kristen berharap bahwa merayakan hari-hari suci Kristen pada waktu yang sama dengan festival pagan akan mendorong pertobatan, terutama jika beberapa simbol dibawa," kata Levin.

"Telur adalah bagian dari perayaan Paskah atau Easter. Rupanya telur dimakan di festival dan mungkin juga dikubur di dalam tanah untuk mendorong kesuburan."

Akan tetapi ada pula yang meyakini tradisi telur Paskah adalah masalah kepraktisan. Dulu aturan puasa Prapaskah begitu ketat di mana orang Kristen tidak boleh makan daging atau produk hewani apapun termasuk telur.

Menurut Henry Kelly, profesor studi abad pertengahan di University of California, Los Angeles, telur yang dihasilkan ayam-ayam mereka selama kurun waktu tersebut akan direbus agar tahan lama.

Telur kemudian akan dibagi-bagikan, seringkali pada orang miskin atau tidak mampu membeli daging untuk merayakan Paskah.


Perayaan Paskah selalu diwarnai dengan telur. Dalam tradisi gereja Katolik, biasanya anak-anak anak dilibatkan dalam lomba menghias telur Paskah. (Pixabay/PublicDomainPictures)

Telur dekoratif pertama
Salah satu bukti paling awal keberadaan telur dekoratif atau telur hias ada di 1290. Saat itu keluarga Edward I membeli 450 butir telur untuk diwarnai atau dilapisi dengan daun emas lalu dibagikan pada rombongan kerajaan untuk Paskah.

Dalam buku Stations of the Sun: A history of the Ritual Year in Britain, disebutkan pula dua abad kemudian Vatikan mengirim Henry VIII sebuah telur terbungkus dalam kotak perak.

Telur hias pun ditemukan pada abad 19 dan awal abad 20. Telur Paskah yang diwarnai diberikan pada anak-anak dari gereja untuk orang miskin atau otoritas lokal.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: