Tradisi Paskah di Berbagai Belahan Dunia, Lempar Pot hingga Perang Air

Senin, April 18, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. Setiap negara memiliki tradisi Paskah-nya masing-masing. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah duka mengenang sengsara dan wafat Yesus, umat Nasrani merayakan kebangkitan-Nya lewat Paskah.

Seperti halnya Natal, perayaan Paskah juga diisi dengan doa, nyanyian, dan momen berkumpul bersama keluarga.

Tak hanya itu, setiap negara juga umumnya memiliki tradisi Paskah masing-masing yang khas. Deretan tradisi ini terbilang unik, mulai dari menerbangkan layang-layang hingga membuat karpet dari bahan-bahan yang tak biasa.


Tradisi Paskah di Berbagai Belahan Dunia
Ada beberapa tradisi Paskah di berbagai belahan dunia yang menarik untuk disimak. Berikut di antaranya, mengutip berbagai sumber.

1. Festival layang-layang - Pulau Bermuda, Inggris
Di Pulau Bermuda, Inggris, perayaan Paskah bisa menjadi akhir pekan yang meriah berkat Good Friday KiteFest. Festival ini memungkinkan warga menerbangkan layang-layang buatan mereka sendiri.

Orang-orang akan berbondong-bondong datang ke Horseshoe Bay Beach dan menerbangkan layang-layang dalam berbagai bentuk dan warna. Festival ini juga diisi dengan kompetisi dalam beberapa kategori di antaranya, layang-layang Bermuda tradisional terbaik, desain paling inovatif, dan masih banyak lagi.

Umumnya, beberapa orang akan menjelaskan kenaikan Kristus diibaratkan dengan menerbangkan layang-layang.

2. Scoppio del Carro - Florence, Italia
Ilustrasi. Ledakan kembang api jadi tradisi Paskah yang dilakukan masyarakat Italia. (Picjumbo/Viktor Hanacek)

Jika kebetulan sedang berada di Florence, Italia saat Paskah, Anda harus bersiap dengan suara-suara cukup keras. Tradisi Scoppio del Carro akan mengarak gerobak tinggi yang diisi kembang api.

Tradisi 'ledakan kereta' ini sudah berusia 350 tahun. Gerobak akan ditarik sepasang lembu hias, berarak melalui jalan-jalan dan diiringi penabuh genderang, pembawa bendera, dan orang-orang berkostum lawas.

Selama misa Paskah, Uskup Agung Florence akan menyalakan sekering yang mengirimkan roket berbentuk merpati ke bawah kawat ke kereta, lalu memicu pertunjukan kembang api yang meriah.

Rupanya, kebiasaan ini berasal dari Perang Salib Pertama yang bertujuan memastikan panen yang baik.

3. Lempar pot - Pulau Corfu, Yunani
Tidak perlu kaget jika mendengar suara pot atau gerabah pecah di Pulau Corfu, Yunani. Di Sabtu Suci atau Sabtu jelang Minggu Paskah, ada tradisi lempar pot berisi air dari jendela atau balkon rumah.

Konon, tradisi ini melambangkan gempa bumi setelah kebangkitan Yesus. Namun, ada pula yang meyakini tradisi ini menyimbolkan awal yang baru di mana orang-orang akan membuang barang lama mereka dari jendela.


4. Membuat omelet raksasa - Prancis
Buat orang Prancis, tradisi Paskah tidak boleh setengah-setengah. Saat di belahan dunia lain orang menikmati sebutir telur Paskah, orang Prancis akan mengolah telur jadi omelet raksasa.

Tradisi dimulai pada 1973 silam ketika anggota Brotherhood of Giant Omelette berkumpul di Bessieres, Prancis untuk memasak omelet dengan lebih dari 15 ribu telur. Tradisi ini pun tetap dihidupkan oleh asosiasi koki sukarela.

Jika mau ditarik lagi ke belakang, ada sebuah legenda mengatakan Napoleon Bonaparte, pemimpin militer Prancis, memberi makan pasukannya dengan omelet. Saat itu dia beristirahat di dekat kota dan makan omelet yang lezat.

Dia pun memerintahkan penduduk kota untuk mengumpulkan semua telur dan menyiapkan omelet versi raksasa buat pasukannya.

5. Pomlazka - Republik Ceko
Pomlazka atau tradisi mencambuk di Republik Ceko berlangsung pada Senin Paskah. Cambuk terbuat dari anyaman ranting pohon willow dan dibungkus dengan pita warna-warni.

Kemudian pria akan mengunjungi wanita, biasanya teman atau keluarga, lalu mencambuk mereka. Meski terlihat menyakitkan, tetapi tradisi ini diyakini membawa vitalitas dan kesuburan wanita yang secara simbolis ditransfer lewat cabang pohon willow.

Pohon willow sendiri adalah pohon yang pertama kali mekar di musim semi.

Sebagai gantinya, pria akan mendapatkan telur yang dicat atau cokelat serta minuman alkohol bagi mereka yang sudah cukup berumur.

6. Menikmati amendoas - Portugal
Di Portugal, orang akan menikmati amendoas atau almond saat Paskah. Almond berhias lapisan, baik lapisan permen, cokelat, ataupun gula karamel.

Tak hanya saat Paskah, ternyata tradisi memberikan amendoas juga dilakukan saat acara pembaptisan. Wali baptis akan memberikan almond renyah ini pada anak baptisnya sebagai ganti tangkai yang mereka berikan.

Almond berbentuk telur mewakili awal kehidupan dan musim semi.

7. Wet Monday - Polandia
Seperti namanya, tradisi di Polandia ini akan melibatkan air. Pada Senin Paskah, orang-orang akan mencoba saling membasahi dengan ember air, pistol air, atau alat penyemprot air.

Legenda mengatakan, gadis-gadis yang basah kuyup pada Wet Monday akan menikah dalam kurun waktu setahun.

8. Karpet warna-warni - Guatemala
Sebagai persiapan Jumat Agung, jalan-jalan di Antigua, Guatemala selatan, akan ditutupi karpet warna-warni.

Karpet terbuat dari bunga, serbuk gergaji berwarna, buah-buahan, sayuran, dan pasir. Pembuatan karpet tidak jarang melibatkan seniman-seniman setempat.

Para seniman hanya memiliki waktu 24 jam untuk membuat karya ini sehari sebelum Jumat Agung.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: