Tradisi Suku Sunda, Ini 5 Budaya Unik yang Bisa Kamu Temui

Rabu, April 27, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi tradisi suku Sunda Foto: Instagram/ @puti_soekarno
Tradisi suku Sunda menarik banget nih untuk diketahui lebih dalam. Salah satu suku di pulau Jawa ini memiliki ragam adat dan kebudayaan yang menjadi ciri khasnya.
Ada sederet tradisi suku Sunda yang masih terjaga sampai saat ini. Sudah turun temurun diwariskan masyarakat, setiap tradisi memiliki makna dan tujuan tersendiri.
Nah, jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut, yuk, kenali beberapa tradisi suku Sunda seperti di bawah ini.

Tradisi Suku Sunda

1. Tingkeban

Tradisi suku Sunda pertama yang akan dibahas adalah Tingkeban. Tradisi ini berhubungan dengan kehidupan manusia. Tingkeban dilakukan ketika seorang ibu sedang mengandung tujuh bulan masa kandungannya.
Acara ini juga lebih dikenal oleh masyarakat umum sebagai nujuh bulanan. Tingkeban bertujuan untuk memohon berkah dari Tuhan demi keselamatan ibu dan calon anaknya.
Tingkeban hanya dilakukan bila anak yang dikandung adalah anak pertama bagi si Ibu dan si Ayah.

2. Ngaruwat Bumi

Berikutnya, ada tradisi Ngaruwat Bumi yang bisa ditemui di Desa Banceuy. Tradisi satu ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, juga penghormatan bagi para leluhur.
Ngaruwat Bumi berasal dari bahasa Sunda, yakni ruwat yang berarti merawat, memelihara, atau mengumpulkan. Ngaruwat Bumi dilakukan dengan mengumpulkan seluruh anggota masyarakat dan hasil bumi, baik bahan mentah, setengah jadi, maupun yang sudah jadi atau matang.
Tradisi ini biasa dilakukan pada hari Rabu akhir di bulan Rayagung atau bulan Dzulhijah dalam rangka menjelang dan menyambut tahun baru Islam.

3. Seren Taun



Tidak kalah menarik, ada Seren Taun yang biasa dijumpai di daerah Cigugur, Kuningan dan Sirnarasa Cisolok, Sukabumi. Seren Taun memiliki arti serah terima dari tahun lalu ke tahun yang akan datang.
Tradisi ini dilakukan sebagai bagian dari bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa atas semua hasil panen yang didapatkannya. Serta, permohonan agar hasil pertanian lebih baik di masa panen yang akan datang.

4. Pesta Laut

Pesta Laut memiliki beberapa sebutan lain, seperti Nadran, larungan, dan sedekah laut. Tradisi ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas apa yang telah didapat dari hasil tangkapan laut sekaligus meminta doa keselamatan saat melaut.
Upacara ini dilakukan dengan cara menghanyutkan kepala kerbau dan sesajen lainnya ke laut. Ritual ini bisa di jumpai di desa Mertasinga, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

5. Tembumi

Tak ketinggalan, ada pula tradisi Tembumi yang telah menjadi budaya turun temurun masyarakat Sunda. Trasdisi ini dilakukan usai persalinan, agar bayi selamat dan berbahagia.
Tembuni berarti plasenta bayi atau biasa disebut dengan ari-ari. Menurut kepercayaan, tembuni merupakan saudara bayi yang tidak boleh dibuang sembarangan, sehingga, harus melalui ritual khusus saat mengubur atau menghanyutkannya.
Sesaat setelah kelahiran bayi, tembuni dibersihkan dan ditaruh ke dalam pendil atau kendi. Lalu, diberi bumbu-bumbu seperti garam, asam, dan gula merah. Terakhir, pendil ditutup dengan kain putih dan diberi bambu kecil agar tetap menerima udara.
Setelah itu, barulah dikubur atau dihanyutkan ke sungai secara adat. Jika dikubur, kuburan tembuni juga diberi penerangan yang terus menyala sampai tali pusat bayi lepas dari perutnya.
Itu dia beberapa tradisi suku Sunda yang baru saja kamu simak. Memiliki makna dan tata cara masing-masing, apakah kamu pernah melakukan salah satunya?


Sumber : kumparan.com

0 comments: