Upacara Adat Sulawesi Selatan, Ini 5 Tradisi Unik yang Wajib Kamu Tahu

Rabu, April 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi upacara adat Sulawesi Selatan Foto: kebuayaan.kemdikbud.go.id

Upacara adat Sulawesi Selatan menarik banget untuk diketahui. Sebagai negara yang kaya akan suku dan budaya, setiap daerah di Indonesia memiliki beragam adat istiadat yang masih dipegang teguh sampai saat ini.

Termasuk daerah Sulawesi Selatan yang juga memiliki ragam tradisi menarik. Upacara adat kerap diselenggarakan untuk memperingati peristiwa tertentu dalam masyarakat.
Berbagai upacara ini memiliki maknanya tersendiri, serta dilakukan dengan cara yang berbeda-beda pula. Jika ingin tahu lebih dalam, kamu bisa banget nih mengulik beberapa upacara adat Sulawesi Selatan yang menarik untuk disimak seperti di bawah ini.

Upacara Adat Sulawesi Selatan

1. Ma'nene'

Ma'nene' merupakan upacara adat yang dilakukan masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan. Upacara ini dilakukan sebagai wujud kecintaan terhadap leluhur yang sudah meninggal.
Tradisi ini dilakukan dengan cara ziarah makam, lalu membuka peti jenazah, dan mengganti pakaian para leluhur yang sudah meninggal. Setelah digantikan pakaian, jenazah akan dijemur selama beberapa waktu sebelum akhirnya dimasukkan kembali ke dalam peti.
Tradisi ini bertujuan untuk menghargai serta mengingat kembali leluhur yang sudah meninggal dunia.

2. Rambu Tuka

Berikutnya, ada Rambu Tuka yang juga dilakukan oleh masyarakat suku Toraja. Upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan suka cita.
Biasanya, Rambu Tuka dilakukan sebagai peringatan pasca penggantian atap tongkonan, pernikahan, atau syukuran sehabis panen. Upacara ini dihadiri oleh seluruh keturunan silsilah keluarga.
Tak heran, Rambu Tuka juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi bagi sanak famili.

3. Rambu Solo

Meski terdengar mirip dengan Rambu Tuku, upacara adat Rambu Solo punya makna dan cara yang sangat berbeda. Rambu Solo merupakan upacara pemakaman sekaligus penghormatan terakhir terhadap seseorang yang meninggal.
Uniknya, upacara ini diadakan ketika matahari terbenam, karena Rambu Solo berarti aluk atau keyakinan, dan rambu yang berarti asap atau sinar, dan turun.
Saat diselenggarakan, orang yang datang ke upacara tersebut akan memberikan kerbau atau babi kepada keluarga yang berduka sebagai tanda ikatan darah.

4. Katto Bokko

Kali ini ada upacara adat yang dilakukan oleh Kerajaan Marusu yang ada di Maros, yakni Katto Bokko. Upacara ini digelar setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur ketika masa panen tiba.
Upacara ini dilakukan dengan cara pergi bersama-sama menuju sawah adat, atau yang biasa disebut sebagai torannu. Masyarakat akan berjalan beriringan dengan memakai pakaian adat Bugis-Makassar.
Hasil panen yang sudah didapat kemudian diikat, dihias, dan diarak. Jika hasil panen sudah terkumpul, akan dilakukan upacara adat yang dipimpin oleh seorang pemangku adat.

5. Accera Kalompoang

Gak kalah menarik, masyarakat Gowa juga memiliki upacara adat bernama Accera Kalompoang. Upacara satu ini dilaksanakan setiap hari raya Idul Adha selama dua hari berturut-turut.
Accera Kalompoang bertujuan sebagai persembahan untuk Kerajaan Gowa. Prosesi ini dimulai dengan pemotongan kerbau, barzanji, dan pemanggilan para leluhur di hari pertama.
Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan air di sumur tua yang terletak di Katangka, Gowa. Air tersebut kemudian akan diarak masyarakat dengan menggunakan pakaian adat.
Itu dia beberapa upacara adat Sulawesi Selatan yang sampai saat ini masih terus dilakukan. Kaya akan makna dan filosofi, mana nih yang paling mencuri perhatianmu?

Sumber : kumparan.com

0 comments: