6 Cara Aman Simpan dan Olah Daging untuk Cegah PMK

Jumat, Mei 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini tengah marak di Indonesia membuat banyak orang khawatir. Berikut cara olah daging dan jeroan untuk cegah PMK. (iStockphoto/kazuma seki)

Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini tengah marak di Indonesia membuat banyak orang khawatir.
Kekhawatiran soal keamanan daging untuk konsumsi sehari-sehari.

Tak cuma daging tapi juga aneka jeroan yang biasanya dibeli di pasar atau di supermarket.

PMK adalah penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, babi, domba, dan kambing.


Namun Kementerian Pertanian RI mengungkapkan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Mereka juga mengungkapkan bahwa daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar.

Kementerian Pertanian menyebutkan lima bagian pada hewan terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tidak boleh dikonsumsi. Alasannya, bagian tersebut biasanya terpapar langsung oleh virus PMK.

Bagian itu adalah jeroan, mulut, bibir, lidah, dan kaki. Selain dari bagian tersebut, mereka menyatakan masih bisa dikonsumsi selama dinyatakan bebas dari virus.

"Yang tidak boleh hanya pada tempat-tempat yang langsung terkena PMK seperti organ-organ tertentu. Misalnya kaki, tentu saja harus diamputasi dulu. Jeroan tidak boleh, atau mulut, yang terkait dengan bibir dan lain-lain, atau lidah. Cuma itu yang tidak direkomendasi tapi yang lain masih bisa direkomendasi," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Update Penanganan PMK pada Hewan Ternak, Rabu (11/5).

Meski tak berbahaya buat kesehatan manusia, namun ada beberapa tips untuk mengurangi kekhawatiran akan penularan pmk dari daging dan jeroan usai beli di pasar tradisional.

Berikut cara penanganan daging dan jeroan agar terbebas dari PMK.

1. Jangan cuci daging jika tak langsung diolah

2. Rebus sebelum dimasak
Rebus daging dan jeroan selama 30 menit di air mendidih sebelum diolah.

3. Bekukan
Jika daging tak langsung dimasak maka simpan daging bersama kemasan di chiller selama 24 jam kemudian simpan di freezer.

4. Pilih jeroan yang sudah direbus

5. Jika memilih jeroan mentah, rebus dulu selama 30 menit di air mendidih sebelum diolah atau disimpan di kulkas.

6. Jangan buang sembarangan
Jangan langsung buang kemasan daging sebelum direndam dengan deterjen atau cuka dapur untuk cegah penularan virus.

Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: