Gerai Onde-onde di Mojokerto Ini Eksis Sejak 1929

Senin, Mei 09, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Mojokerto - Tak sekadar terkenal, Gerai Onde-onde Bo Liem Empunala juga tergolong legendaris. Toko jajanan khas Mojokerto ini eksis sejak 1929. Resep yang diwariskan turun temurun membuat kualitas rasanya terjaga.

Pasangan suami istri Krisna (41) dan Elly Christiana (41) merupakan generasi ketiga yang menekuni bisnis Onde-onde Bo Liem. Mereka kini mengelola gerai onde-onde di Jalan Empunala nomor 43, Kelurahan Balongsari, Magersari, Kota Mojokerto.

Elly mengatakan, bisnis onde-onde ini dirintis mendiang kakek dan nenek suaminya sejak 1929 silam. Bisnis keluarga ini dimulai dari Jalan Niaga, Kota Mojokerto. Kala itu, kakek dan nenek mertuanya hanya membuat onde-onde isi kacang hijau dan keciput.

"Saat itu merknya Onde-onde Bo Liem, diambil dari nama kakek suami saya, Bo Liem," kata Elly kepada detikJatim di gerainya, Minggu (8/5/2022).

Semeninggal Bo Liem, bisnis onde-onde diteruskan anak-anaknya. Menurut Elly, kakek suaminya itu mempunyai 11 anak. Mereka membuka 4 toko di Jalan Empunala, Jalan Gajah Mada, Jalan Residen Pamudji dan di Jalan Niaga.

Ibu anak satu ini menjelaskan, gerai Onde-onde Bo Liem Empunala yang kini ia kelola bersama suaminya, merupakan warisan ayah mertuanya, Harsono. Toko ini buka sejak 12 tahun lalu. Sebagai generasi ketiga Bo Liem, Elly mengelola toko oleh-oleh khas Mojokerto ini sejak 10 tahun lalu.

"Sampai sekarang yang di Jalan Niaga masih ada, dijalankan saudara suami saya. Toko di Jalan Residen Pamudji hanya menyediakan roti," jelasnya.

Nikmatnya Onde-onde Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto
Resep yang diwariskan turun temurun membuat kualitas rasa onde-onde dan keciput Bo Liem tetap terjaga sejak 93 tahun silam. Tak terkecuali gerai Onde-onde Bo Liem Empunala yang dikelola Elly bersama suaminya.

Kenikmatan onde-onde ini juga sangat terkenal. Tidak hanya di Mojokerto, tapi juga hingga ke berbagai daerah di Jatim dan Jakarta. Sehingga penjualannya tergolong fantastis.

Pada hari-hari biasa, onde-onde yang terjual rata-rata mencapai 1.000 buah per hari. Bahkan, sebelum pandemi COVID-19 penjualan mencapai 1.500 onde-onde per hari. Sedangkan saat libur nasional termasuk lebaran, 2.500-3.000 onde-onde terjual setiap harinya.

Gerai Onde-onde Bo Liem Empunala menyediakan 6 varian onde-onde. Yaitu original kacang hijau, keju, cokelat, pisang, durian dan ketela ungu. Harganya masih sebanding dengan kualitas rasanya. Yaitu Rp 53 ribu per kotak berisi 10 onde-onde varian kacang hijau. Sedangkan varian campur dibanderol Rp 63 ribu per kotak isi 10 onde-onde.

Toko Onde-onde Bo Liem Empunala sangat mudah ditemukan. Detikers cukup menggunakan Google Maps dengan kata pencarian Boliem Jr yanik. Selain itu, lokasinya dekat dengan jalan nasional maupun exit tol. Yakni hanya sekitar 6,1 Km atau 14 menit dari exit tol Penompo dan sekitar 14 menit atau 6 Km dari exit tol Mojokerto Barat.

Untuk mampir ke tempat ini, para pemudik dari arah Surabaya maupun Jombang yang melalui jalur arteri bisa menggunakan pedoman simpang 4 Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto. Dari persimpangan ini cukup menuju ke barat sekitar 2,4 Km atau 6 menit perjalanan menggunakan mobil.

Gerai oleh-oleh ini buka setiap hari pukul 07.15-18.00 WIB. Selama libur Hari Raya Idul Fitri akan tetap buka kecuali H+7 sampai H+10 lebaran.

Sumber :detik

0 comments: