Istri TKI Probolinggo Dirampok dan Disekap, Rp 50 Juta Raib

Jumat, Mei 27, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Probolinggo - Aksi perampokan dan penyekapan terjadi di Probolinggo. Motor, handphone dan uang puluhan juta milik korban berhasil digasak para perampok.

Perampokan terjadi di rumah Fatimah (49) di Desa Nogosaren, Gading, Kabupaten Probolinggo. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (26/5) dini hari.

Kapolsek Gading AKP Sugeng Riyadi mengatakan anggota telah turun ke lapangan untuk menyelidiki. Sejumlah barang bukti juga disita dari lokasi.

Menurut Sugeng, saat perampokan korban sempat disekap dengan diikat. Komplotan juga membawa senjata tajam. Saat ini sejumlah saksi telah diperiksa.

"Petugas dari Satreskrim Polres Probolinggo dan Satreskrim Polsek Gading sudah melakukan olah TKP dan mengamankan 3 tali tampar untuk mengikat korban. Empat saksi termasuk korban juga sudah diperiksa. Ini masih kami dalami lagi," kata Sugeng, Jumat (27/5/2022).

Korban perampokan, Fatimah menuturkan perampokan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu ia bangun karena ingin melaksanakan salat malam. Namun tiba-tiba ia langsung disekap dua perampok saat akan masuk kamar. Ia mengaku diancam akan dibunuh jika berteriak atau melawan.

Usai disekap, kawanan perampok lainnya kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mencari benda-benda berharga. Menurut Fatimah, total komplotan perampok itu berjumlah 7 orang.

"Pas bangun tidur mau salat tahajud sudah ada 2 orang, 1 memegang bahu dan 1 pegang kaki saya. Yang pegang bahu saya bawa celurit. Dia bilang jangan melawan kalau tidak ingin dibunuh. Dia bilang jangan melawan, kita 7 orang," tutur Fatimah.

Menurut Fatimah, para perampok tersebut berhasil membawa kabur satu unit motor miliknya, sebuah handphone dan uang tunai Rp 50 juta. Ia menyebut uang yang digasak perampok itu rencananya akan dibelikan mobil.

Usai berhasil menggasak barang-barang Fatimah, para perampok itu kemudian kabur. Fatimah lantas berteriak minta tolong. Para tetangganya kemudian berdatangan untuk menolongnya.

"Setelah itu mereka keluar dan daya baru teriak minta tolong ke tetangga," kata Fatimah.

Selama ini, Fatimah memang tinggal sendirian di rumahnya. Sebab suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Sedangkan dua anaknya telah berkeluarga dan tinggal di Banyuwangi dan Bondowoso.


Sumber : detik.com

0 comments: