Jepang Izinkan Grup Wisata Turis Masuk Mulai 10 Juni

Sabtu, Mei 28, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Jepang kembali buka pintu untuk turis dari 36 negara mulai 10 Juni, tapi hanya untuk yang tergabung dalam grup wisata. Foto: (AP/Jae C. Hong)

Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang pada Kamis (26/5) mengumumkan akan membuka pintu kembali untuk turis dari 36 negara dengan syarat mulai 10 Juni. Pengumuman itu menandakan akhir penutupan pandemi dua tahun di negara tersebut.

Syarat turis untuk masuk Jepang adalah mereka bergabung dengan grup wisata, seperti dikutip AFP.

Keputusan tersebut muncul setelah pemerintah pekan lalu mengatakan menguji izin tur kelompok kecil dengan turis dari Amerika Serikat, Australia, Thailand, dan Singapura mulai Mei 2022.


Pemerintah kemudian merevisi kontrol perbatasan pada Kamis (26/5) dengan melanjutkan menerima paket wisata dari 36 negara, wilayah dengan situasi Covid relatif stabil, seperti Inggris, Spanyol, Kanada, Arab Saudi, dan Malaysia.

Jepang juga akan menambah jumlah bandara yang menerima penerbangan internasional. Sehingg, total menjadi tujuh dengan menambahkan Naha di prefektur Okinawa selatan dan Chitose dekat Sapporo di Hokkaido utara.

Hampir sepanjang pandemi, Jepang telah melarang semua turis dan hanya mengizinkan warga negara dan penduduk asing masuk, meskipun yang terakhir telah ditutup secara berkala.

Semua orang harus dites negatif sebelum melakukan perjalanan ke Jepang dan sebagian besar harus diuji lagi pada saat ketibaan, walau orang dari negara tertentu dan telah vaksin tiga kali bisa melewati tes tambahan dan karantina tiga hari yang diperlukan untuk orang lain.

Setelah pintu masuk Jepang kembali dibuka, grup wisata diharapkan bertanggung jawab memastikan pengunjung menerapkan aturan pemakaian masker Jepang yang hampir universal dan tindakan lain yang telah membantu menjaga jumlah kasus dari Covid-19 relatif rendah.

Media lokal memberitakan batas harian orang yang bisa masuk Jepang akan digandakan menjadi 20.000 mulai bulan depan, meskipun kelompok wisata diperkirakan tidak akan dihitung dalam angka itu.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan ingin melonggarkan pengendalian perbatasan. Namun, langkah-langkah tersebut diperkirakan bakal berjalan lambat dengan dukungan publik yang kuat untuk pembatasan saat ini.

Jepang mencetak rekor 31,9 juta pengunjung asing pada 2019 dan telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya 40 juta pada 2020 sebelum pandemi melanda.

Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: