KJRI Dubai Usut Ani Asal Soppeng Diduga Tajir Usai Kirim TKI ke Timur Tengah

Senin, Mei 09, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Makassar - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai menyoroti wanita asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Nur Afni Ramang alias Ani yang kini tajir melintir usai memiliki perusahaan penyalur tenaga kerja di Dubai. Ada dugaan pelanggaran jika perusahaan Ani tersebut mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah.

Konsul Jenderal KJRI Dubai Kartika Candra Negara mengungkapkan, Pemerintah RI telah mengeluarkan moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI nomor 260 tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Penggunaan Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah.

"Dugaan (pelanggaran pengiriman TKI ke Timur Tengah) bisa saja karena yang jelas pemerintah memiliki Peraturan Menaker tahun 2015," ujar Candra kepada detikSulsel, Kamis (5/5/2022)

KJRI Dubai bersama unsur terkait kini tengah mengusut Ani yang diduga menyalurkan TKI ke Timur Tengah melalui perusahaan miliknya di Dubai.

"Yang jelas kalau ada pengiriman (tenaga kerja) ke sini, itu disebut nonprosedural. Tidak sesuai prosedur, melanggar peraturan menteri tenaga kerja," katanya.

Saat ditanyakan terkait apakah dugaan pengiriman TKI ke Timur Tengah ini masuk ranah human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang, Candra menegaskan pihaknya tidak mau langsung menuduh. Tapi ada potensi dugaan itu terjadi.

"Soal dugaan pelaku human trafficking, kami kan tidak bisa menuduh yang bersangkutan, bahwa potensinya ada ya bisa saja. Tetapi itu kan prosesnya harus dibuktikan di pengadilan," tegasnya.

Candra hanya kembali menegaskan, bahwa sejak tahun 2015 lalu Pemerintah RI telah melarang pengiriman TKI ke Timur Tengah.

"Jadi ada larangan itu, ada moratorium sejak 2015. (Kepmen Ketenagakerjaan) nomor 260," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Ani seorang wanita asal Soppeng menjadi tajir melintir usai memiliki perusahaan konsultan di Dubai yang bernama Alichani Human Resources Consultancy. Perusahaan ketenagakerjaan yang mengatur terkait sopir, asisten rumah tangga, hingga mengurus panti jompo ini telah mendapat izin dari pemerintah setempat di Dubai.

"Saya buat perusahaan sendiri. Namun tidak sembarangan orang bisa buat kantor begitu (konsultan TKW) di Dubai," ujar Ani kepada detikSulsel

Saat itu Ani juga mengaku jika perusahaannya memiliki sedikit karyawan, namun mengelola banyak tenaga kerja wanita (TKW) mulai dari Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Afrika, Ethiopia, Pakistan, dan India. Semuanya di atur ke Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Malaysia. Bahkan dalam sebulan dia sempat mengirim 50 TKW dari Indonesia.

"Paling banyak permintaan di Dubai karena negara terkaya. Sedikitnya sekali sebulan yang diterbangkan 50 orang dari Indonesia. Satu pembantu dibayar Rp 80 juta. Orang Arab ini butuh pembantu, bahkan saat saya sementara di Soppeng pulang kampung, masih banyak majikan menelepon," bebernya.

Sumber :detik

0 comments: