Ritual Pendirian Rumah Adat Tongkonan Toraja, Korbankan Babi-Kerbau

Senin, Mei 30, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Foto: Rumah adat Tongkonan Toraja. (Melissa Bonauli/detikTravel)

Makassar - Rumah adat Tongkonan Toraja didirikan melalui serangkaian ritual syukuran. Rumah adat Sulawesi Selatan (Sulsel) itu baru disebut Tongkonan jika telah melalui prosesi ritual tersebut yang di dalamnya mengorbankan babi hingga kerbau.

Acara pendirian rumah adat Tongkonan Toraja pun dilakukan berdasarkan strata sosial masyarakat. Ada yang digelar selama satu hari hingga lima hari berturut-turut.


Prosesi ritual adat tersebut dilakukan sebagai rasa syukur setelah berdirinya Tongkonan. Masa waktu ritual pun bervariasi, ada yang sehari hingga 5 hari.

Tominaa (tokoh adat) Toraja, Marthen mengatakan ritual dalam pendirian Tongkonan ritual lima hari hanya boleh dilakukan oleh Tongkonan menengah dan bangsawan. Sedangkan rakyat biasa hanya dilakukan satu hari.

"Hanya untuk rumah-rumah kelas menengah dan para bangsawan. Rumah para hamba atau rakyat biasa hanya satu hari hanya syukuran," ujar Marthen yang dikonfirmasi detikSulsel.

Foto: Tongkonan, rumah adat orang Toraja. (Melissa Bonauli/detikTravel)

Berikut rangkaian ritual dalam pendirian rumah adat Tongkonan Toraja:

1. Ritual Makarenreng
Ritual ini dilakukan pada hari pertama dengan mengorbankan seekor ayam. Disediakan pula sesajian yang dipersembahkan bagi leluhur Toraja dan leluhur Tongkonan dalam dari generasi ke generasi.

"Ritual ini merupakan penghormatan kepada arwah leluhur Toraja yang telah tiada, utamanya leluhur Tongkonan itu," sebut Marthen.

2. Ritual Ma'ta'da
Ritual ini dilakukan di hari kedua dengan mengorbankan seekor babi. Ada pula dihadirkan sesajian-sesajian yang dipersembahkan bagi para dewa. Ritual ini dilakukan sebagai makna permohonan pada dewa.

"Ritual hari kedua disebut Ma'ta'da artinya meminta atau memohon kepada para dewa dengan mengorbankan seekor babi," jelas Marthen.

3. Ritual Ma'tarampak
Hari ketiga dilakukan Ma'tarampak. Artinya melakukan pengecekan seluruh persiapan hari puncak ritual pendirian Tongkonan. Termasuk di dalamnya mengumpulkan babi dan kerbau yang akan dikorbankan pada hari puncak, serta pondok-pondok yang akan ditempati keluarga.

"Tidak ada ritual pengorbanan di situ, tapi pengecekan memasuki hari puncak sesuai yang dibutuhkan termasuk dilakukan pengumpulan babi yang akan dikorbankan. Semua yang dibutuhkan pada hari H harus sudah ada hari itu," tambahnya.

4. Tuma'Topoda/Allona
Hari keempat dilakukan ritual Tuma' Topoda atau biasa juga disebut Allona. Hari ini merupakan ritual puncak.

"Di situ kita mengorbankan satu ekor ayam jantan, puluhan babi, satu ekor kerbau, dan semua warga dari Tongkonan itu datang mensyukuri," urai dia.

Kerbau yang dikorbankan tidak disembelih, melainkan ditombak pada sisi kiri. Si penembak adalah orang khusus yang disebut Tommangerok.

"Kerbau yang dikorbankan tidak menggunakan parang, tapi ditombak di bagian kiri oleh Tommangerok," imbuh Marthen.

Ritual ini sebagai ungkapan syukur kepada para dewa dan arwah leluhur. Selain itu sebagai ajang pertemuan rumpun keluarga.

5. Ritual Ma'bubung
Ma'bubung merupakan ritual penutup dengan kembali mengorbankan satu ekor babi. Kemudian Pohon Cendana bekas tempat mengikat kerbau ditanam pada Timur dan Utara Tongkonan.

"Ada Pohon Cendana tempat mengikat kerbau yang dikorbankan hari keempat. Di hari kelima ditanam di bagian Timur dan Utara rumah Tongkonan," jelasnya.

Bagi suku Toraja arah Timur dan Utara dipercaya sebagai dunia kehidupan. Sementara Barat dan Selatan merupakan dunia arwah. Sehingga Pohon Cendana tersebut tidak boleh ditanam pada sisi Barat dan Selatan Tongkonan.

"Kita kan menginginkan kesehatan, keselamatan, panjang umur, makanya ditanam di Timur dan Utara Tongkonan," pungkasnya.


Sumber : detik.com

0 comments: