Ritual Seblang di Banyuwangi, Tarian Gadis yang Kerasukan Roh Leluhur

Sabtu, Mei 07, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Ritual Seblang di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani/detikJatim

Banyuwangi - Setelah dua tahun absen, ritual seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah digelar. Ritual ini bakal digeber berturut-turut selama sepekan.
Selain menjadi atraksi wisata, ritual ini digelar untuk mengusir pagebluk di Desa setempat.

Tari seblang bukanlah tarian biasa. Sebab penari yang mengikuti irama gamelan dan gending-gending Using dalam kondisi kerasukan roh leluhur warga desa setempat. Menariknya lagi, selama menari itu pula, mata sang penari terpejam.

Sebab sejatinya, yang menari adalah roh leluhur yang merasuki raga gadis tersebut. Penari ini menggunakan omprog yang terbuat dari pucuk daun pisang kepok dan hiasan berbagai bunga yang bau wangi.


Dia menari mengelilingi panggung adat yang berbentuk bulat. Tarian yang dibawakan sesuai dengan iringan musik gamelan dan nyanyian yang dibawa sinden. Selama menari, dia didampingi seorang perempuan adat. Di bagian depan dan belakang masing-masing terdapat seorang pria yang ikut menari mengelilingi panggung.

Selama pandemi COVID-19, ritual ini tidak dilaksanakan karena aturan pembatasan kegiatan masyarakat yang ditetapkan pemerintah.

"Ini masyarakat senang, memang sudah menunggu karena dua tahun tidak dilaksanakan akibat ada pandemi," jelas Ansori (58), Ketua Paguyuban Adat Seblang Desa Olehsari kepada wartawan.

Penari Seblang tahun ini adalah Susi Susanti (21). Dia menjadi penari Seblang sejak tahun 2018. Penari Seblang ini tidak sembarangan dipilih. Menurut Ansori, penari Seblang ditunjuk langsung oleh leluhur warga Desa Olehsari melalui warga yang kesurupan roh leluhur. Menurutnya, ada salah satu tokoh adat yang biasa didatangi roh leluhur untuk menunjuk penari Seblang.

"Yang menunjuk penari adalah leluhur melalui warga kesurupan," jelasnya.

Setiap harinya ada waktu di mana penari Seblang melemparkan selendang kepada penonton secara acak. Siapa pun yang terkena lemparan selendang ini wajib maju ke panggung untuk menari dengan penari seblang.

Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis menyatakan, intisari dari ritual Adat Seblang ini adalah selamatan desa yang dilaksanakan pada Bulan Syawal. Jika tidak dilaksanakan, menurut masyarakat adat akan terjadi pagebluk yang menimpa warga Desa Olehsari.

Dia menjelaskan, tidak hanya Penari Seblang yang ditunjuk oleh roh leluhur melalui tokoh adat yang kesurupan. Hari pelaksanaan ritual adat Seblang juga ditentukan oleh roh leluhur melalui cara yang sama. Biasanya salah seorang warga atau tokoh adat akan dirasuki roh leluhur untuk menyampaikan hari H pelaksanaan ritual adat.

"Biasanya hari Jumat atau Senin," jelasnya.

Ritual ini, lanjutnya, dilaksanakan dengan melakukan selamatan dan dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga Desa Olehsari. Tradisi ini, kata dia, merupakan wujud syukur warga kepada Allah SWT.

"Diwujudkan dengan ritual seperti ini. Ini adalah warisan dari leluhur kepada kami yang dilakukan secara turun temurun," jelasnya.

Dia bersyukur pelaksanaan ritual kali ini berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun. Proses masuknya roh leluhur pada penari juga bisa dilakukan dengan satu kali pelaksanaan saja. Sehingga tarian Seblang bisa langsung dilaksanakan.

Hal ini, menurutnya, membuat seluruh warga gembira. Karena sudah dua tahun masa pandemi COVID-19, tarian Seblang tidak bisa dilaksanakan. Selama dua tahun masa pandemi hanya ritual pokok yang dilakukan.

"Alhamdulillah tanpa ada halangan, satu kali saja Seblangnya jadi. Dua tahun absen karena pandemi. Yang dilakukan hanya ritual inti saja," ungkapnya.


Sumber : detik.com

0 comments: