Seramnya Wahana Misteri Jurnal Risa Rumah Sandekala, Bikin Deg-Degan

Jumat, Mei 27, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



NUANSA berbeda ketika kita memasuki Rumah Hantu Sandekala di Kawasan Piset Square, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung.

Wahana hiburan yang diadaptasi dari buku kedua Risa Saraswati berjudul "Sandekala" ini tak sekadar menampilkan hiburan hantu buatan manusia, tetapi juga ada nuansa mistis yang begitu kentara ketika masuk ke kawasan mal yang sudah lama kosong itu.

Secara general, Rumah Hantu Sandekala merupakan perwujudan tempat dengan latar rumah Nyai Sukma, rumah sakit, dan tempat pemujaan. Latar ini didesain sedemikian rupa semirip mungkin dengan cerita di dalam buku. Sehingga pengunjung yang datang dan telah menyelesaikan membaca buku Sandekala, seolah akan berada di dalam buku tersebut.

 "Konsep rumah hantu ini bukan seperti di pasar malam. Tapi kami hadirkan berdasarkan cerita asli dalam novel kemudian kami visualisasikan. Semua detail ada di sini. Ada foto keluarga. Ada Nyai Sukma. Sinden yang punya keluarga dan pemuja setan yang anaknya jadi tumbal, " kata Crew Operation Rumah Hantu Sandekala Iqbal Muhamad Reza.

Pertama masuk ke kawasan tersebut, penghujung akan disuguhi pemandangan hantu putih di pojok ruangan. Sementara di kanan dan kirinya sekilas kisah tokoh yang ada di dalam rumah hantu. Masuk di pintu pertama, pengunjung akan melihat sebuah ruang tamu dengan nuansa kuno. Jam bergerak, foto tua, kursi dan meja kayu lengkap dengan lampu minyak remang.

Nuansa mistis ini sebagai tempat membuka sebelum menyelami bagian dalam ruangan yang lebih menyeramkan lagi. Ada ruang tidur yang digunakan Nyai Sukma dengan kaca dan kursi goyangnya. Kemudian ruang pemujaan dan kamar anaknya dengan kondisi mayat Nyai Sukma.

Di bagian lain ada ruangan dengan dua mayat di atas tempat tidur yang diceritakan sebagai tempat penumbalan. Di sana, pengunjung juga akan menemui hantu hantu hidup dengan mata keluar dan hantu tanpa kepala. Suasana tambah seram dengan suara musik dan aroma dupa yang begitu menyengat.

"Pengunjung akan merasakan nuansa hantu dengan gambaran yang sangat dekat. Bagi beberapa pengunjung, mereka bercerita mengalami kejadian spiritual di diluar nalar. Seperti penampakan Nyai Sukma dan anak kecil berlari, " jelas dia.

Nuansa seram ini memang sengaja dibuat sedekat mungkin. Pemilihan tempat di Piset Square juga menjadi pertimbangan tim Risa. Di mana tempat ini sudah lama kosong. Risa saat awal berkunjung juga merasakan ada hal mistis di wahana ini. Namun Risa sudah meminta agar tidak saling mengganggu.

"Ketika acara off, beberapa crew kami juga sempat mengalami kejadian aneh. Beberapa penonton yang mungkin agak angkuh juga mengalami kejadian aneh. Tapi jangan khawatir, untuk menjaga kenyamanan pengunjung kami telah mendatangkan ahli spiritual untuk menjaga gangguan mahluk sakral, " beber dia.

Antusiasme pengunjung juga luar biasa besar. Dari target 240 orang pertama hari, ternyata rata rata mencapai 300 hingga 400 orang per hari. Setiap pengunjung akan dibagi dalam kelompok kecil antara 4 hingga 5 orang. Rumah Hantu Sandekala hadir di Bandung sejak 5 Mei hingga 5 Juni 2022. Setelah Bandung, Rumah Hantu Sandekala akan hadir di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Rumah Hantu Sandekala ini adalah kisah rumah tua yang ceritanya melegenda di sebuah perkampungan kecil di daerah Jawa Barat. Dahulu kala rumah itu dihuni oleh keluarga keturunan sunda yang cukup terhormat di kampungnya.

Pemilik rumah itu biasa dipanggil Nyai Sukma oleh orang sinden. Dia adalah seorang penari dan sinden terkenal, yang menghidupi dua anak lelakinya, Barna dan Bagja. Disaat dewasa, Barna hidup bahagia bersama istrinya, Ayara. Mereka memiliki orang anak. Anak satu-satunya bernama Ekal, dan 2 anak perempuan, si kembar yang bernama Rara dan Roro.

Barna memiliki 1 orang adik bernama Bagja, yang merantau kerja di luar kota. Kedamaian rumah dan keluarga ini mendadak hancur dan menyimpan misteri. Nyai Sukma yang menua mulai depresi karena dia banyak kehilangan pekerjaan sindennya, tidak laku dan mulai ditinggalkan orang. Ego dan ambisi Nyai Sukma yang ingin membuktikan keberadaannya membuat dia melakukan pesugihan dan perjanjian terlarang dengan setan.

Karir dan pekerjaannya kembali bersinar, namun dia harus menumbalkan salah satu anaknya. Mengetahui hal ini anak tertuanya murka, dan dia memutuskan untuk melawan dengan mempelajari den memuja hal-hal gaib. Dendam ini berimbas kepada ketentraman keluarga kecil sang bapak.

Salah seorang pengunjung asal Lembang, Sarah mengaku, dia adalah penggemar Risa Saraswati atas karya karyanya. Hadirnya Rumah Hantu Sandekala ini juga membuatnya penasaran. Dia datang sepulang kerja untuk melihat secara langsung kisah dalam buku.

"Penasaran aja sambil ingin tahu seperti apa seramnya para pemuja setan ini. Tapi saya yakin, konten Risa selama ini cukup bagus. Pasti enggak bakal kecewa, " katanya.

Dia mengaku senang Bandung masih bisa membuat wahana kreatif hiburan. Apalagi ini wujud dari buku karangan Risa. Dia berharap, Bandung bisa terus berkreasi dengan karya spektakulernya.


Sumber : okezone

0 comments: