Uniknya Tradisi Lebaran Adat di Desa Bayan Lombok Utara

Sabtu, Mei 07, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Masyarakat adat Desa Anyar Bayan rayakan lebaran adat di Bale Belek Desa Bayan, Jumat (6/5/2022). Foto: Ahmad Viqi/detikBali

Lombok Utara - Perayaan Idul Fitri di Desa Adat Bayan tepat di Dusun Karang Tunggul, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB, dilakukan sederhana secara adat.
Suasana lebaran adat di Desa Adat Anyar Bayan digelar empat hari selepas perayaan Salat Id Lebaran Idul Fitri selama dua hari pada Kamis (5/5/2022) dan Jumat (6/5/2022) kemarin.

Salah satu pemuda Adat Desa Anyar Atriadi mengatakan perayaan Lebaran Adat di Desa Anyar Kecamatan Bayan biasa dilakukan pada tanggal 4 dan 5 bulan Syawal sesuai penanggalan tahun hijriah.


Ritual lebaran adat tidak lain adalah bentuk syukur warga Desa Adat atas limpahan Rahmat Tuhan atas berkat hasil tanam di tanah pecatu (tanah adat yang dikelola warga).

Hasil tanam dari tanah adat kemudian dimasak bersama untuk ritual adat.

"Ada 60 are (600 meter persegi) luas tanah adat. Dari hasil inilah kemudian dimasak bersama untuk perayaan lebaran adat," kata salah satu tokoh adat Desa Anyar Bayan Raden Sri Made, Sabtu (7/5/2022) kepada detikBali.

Perayaan pertama acara lebaran Adat di Desa Anyar Bayan ialah memberitahu semua tokoh adat, agama dan masyarakat dan pembekel (kepala dusun atau pengelola lahan adat) untuk merayakan lebaran adat.

Setelah itu baru kemudian warga di empat dusun, Batu Menjangkong, Sri Menganti, Karang Tunggu dan Dasan Grisak Desa Anyar.

Masing-masing tokoh adat di empat dusun ini akan mengumpulkan hasil panen di lahan Pecatu yang dikelola oleh masyarakat adat.

"Kita juga urunan untuk acara sembelihan. Ya seperti sapi atau kambing. Inilah yang akan dibawa ke rumah adat (bale beleq dalam bahasa Bayan)," kata Sri Made.

Setelah memasak bersama di masing-masing pembekel, dari empat dusun membawa ancak (dulang) ke Bale Beleq dari pemuda adat. Ancak dibawa dari masing-masing pembekel oleh pemuda menggunakan bambu dan daun pisang dengan mengenakan pakaian adat.

"Setelah itu kemudian berdoa dan zikir bersama. Setelah itu baru makan bareng setelah berdoa," kata Sri Made.

Setelah tiba di Bale Beleq, para pemuda harus masuk dengan cara merunduk. Hal itu kata Sri Made dilakukan sebagai tanda kerendahan manusia di mata Tuhan.

"Di sana kenapa nunduk. Karena akan berdoa kepada Tuhan sesuai dengan perintah beribadah. Manusia kan kecil di mata Tuhan. Jadi itulah alasan kenapa harus merunduk," katanya.

Pada perayaan lebaran adat tahun 1443 hijriah kali ini, masyarakat meminta doa akan terhindar dari wabah dan bencana.

Seluruh warga masyarakat di Desa Anyar juga meminta agar perayaan lebaran adat Id


Sumber : detik.com

0 comments: