Viral Bule Telanjang di Pohon Keramat Berusia 700 Tahun di Bali Bikin Murka Netizen

Jumat, Mei 06, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 05 05 406 2589397 viral-bule-telanjang-di-pohon-keramat-berusia-700-tahun-di-bali-bikin-murka-netizen-8wBf2RU2zn.JPG

ADA saja perilaku tak pantas dari warga asing yang lagi-lagi menodai kesakralan Bali. Kali ini, seorang perempuan asing yang diketahui nekat foto telanjang di pohon berusia ratusan tahun di Bali.

Keriuhan perilaku tak pantas sang bule yang diduga asal Rusia tersebut, terungkap dan viral melalui cuitan netizen dengan akun Twitter bernama @plumpotatosack.

Sang netizen menunggah foto tangkapan layar dari akun Instagram dan TikTok sang bule, Alina Yogi.

Dari cuitan yang sudah mendapatkan 550 Retweets, 321 Quote Tweets, dan hampir 3000 like dari para netizen pengguna Twitter tersebut, terdeteksi sang bule nekat foto telanjang di pohon keramat karena mengaku terpanggil suara leluhur.

“Dengar, Anda bisa mendengar itu? Bukan cuma suara dalam diri Anda. Suara leluhur Anda ada di sana. Mereka ada di dalam darah Anda, jiwa, penampakan," demikian bunyi penggalan pesan dalam bahasa Inggris di akun Instagram Alina, dikutip Rabu, 4 Mei 2022.

“Lagi-lagi salah satu -spiritual healer- bikin ulah di Bali, manjat pohon keramat telanjang buat content pake embel-embel "dipanggil suara leluhur",” bunyi cuitan @plumpotatosack.

Bule Rusia Telanjang di Pohon Keramat

Merespons ulah tak terpuji sang bule, berbagai komentar pedas sebagai ekspresi rasa kekesalan, dilayangkan para netizen Indonesia yang murka atas kelakuannya.

Sebelum ngajar-ngajarin warga lokal spiritualitas, ada baiknya para bule namaste belajar cebok pakai air terlebih dahulu,” komentar akun @**eyvito.

“Ini bule kebanyakan nonton netflux series yang temanya spiritual kayaknya,” tambah netizen pemilik akun bernama @Pnd**x23.

“Semoga segera dideportasi terus ketempelan sama leak di sana dihantui mulu sampai enggak tenang ga hidupnya kayak the conjuring,” tulis @***g_sedi. 

Ulah nekat Alina Yogi ini pun sudah sampai ke telinga orang asli Bali, Niluh Djelantik yang juga sekaligus tua UMKM dari Partai NasDem.

Lewat akun Instagram pribadinya, Niluh Djelantik menerangkan bahwa ulah Alina adalah tindakan yang sangat tidak pantas, mengingat pohon berusia 700 tahun tersebut berada di lingkungan Pura Babakan, tepatnya di belakang Pura Babakan. Berlokasi di lingkungan kawasan suci, terletak di Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Desa Adat Bayan, Desa Tua, Tabanan. 


“Inner Amazon ndasmu, habis turis nari telenji di Gunung Batur, sekarang ada lagi kayak beginian. Kamu tahu pohon Kayu putih yang telah berusia 700 tahun ini terletak di belakang Pura Babakan? Artinya apa? Pura ini masuk dalam lingkungan tempat suci. Kalau mau meditasi atau selfi silakan, maksudmu apa??? Demi konten ??? Kesucian pura jadi tercemar karena kelakuanmu,” jelas Niluh.

Niluh juga terlihat menyematkan akun resmi Instagram pihak Imigrasi Denpasar, Ditjen Imigrasi, Polda Bali, Kemenkumham, hingga Polres Tabanan dan mengimbau pihak berwenang untuk memeriksa izin tinggal Alina sebagai warga asing dan juga izin badan usaha yang ia miliki.

“Please cek izin tinggalnya pak. Cek juga izin usahanya. Kalau terbukti melanggar, deportasi aja daripada bikin leteh Bali.

Setelah beberapa jam kemudian, melalui akun Instagram miliknya, Niluh mengabarkan bahwa ia hari ini, Rabu sudah berkomunikasi dengan pihak berwajib untuk menyelidiki keberadaan Alina 

“Update. Sejak pagi tadi Mbok Niluh sudah berkomunikasi dengan pihak pimpinan Kemenkumham, pimpinan Imigrasi Bali dan Polda Bali. Keberadaan perempuan ini sedang ditelusuri oleh pihak Imigrasi. Terimakasih @kemenkumhamri @imigrasidenpasar @imngurahrai @poldabali.

Niluh menyebutkan, nantinya Alina akan menjalankan sanksi adat dan harus menanggung semua biaya upacara pembersihan yang digelar masyarakat desa.

“Jika sudah ketemu orangnya mohon sampaikan bahwa sanksi adat juga sudah menunggunya. Dia harus bertanggung jawab atas biaya upacara pembersihan yang harus dilaksanakan masyarakat desa,” demikian Niluh Djelantik.

 
Sumber : OKEZONE

0 comments: