12 Fakta Garuda Wisnu Kencana di Bali, Kalahkan Patung Liberty hingga Mampu Bertahan 100 Tahun!

Sabtu, Juni 18, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


POPULARITAS Bali sebagai surganya wisata sudah sangat dikenali. Di antara banyaknya destinasi pariwisata di wilayah berjuluk Pulau Dewata itu, Garuda Wisnu Kencana merupakan salah satu yang cukup termasyhur.

Daya tarik dari patung raksasa yang akrab disingkat GWK dan terletak di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini telah menjadi magnet yang berhasil menarik wisatawan.

Di balik kemegahannya, terdapat banyak sekali fakta menarik yang mengiringinya. Penasaran? Berikut ini MNC Portal Indonesia sajikan 12 fakta GWK Bali dirangkum dari berbagai sumber!

1. Makna mendalam

Seperti namanya, GWK Bali adalah sebuah patung raksasa yang merupakan representasi dari Dewa Wisnu yang mengendarai Burung Garuda. Pemilihan karya seni itu pun bukannya tanpa sebab dan alasan.

Masyarakat Bali yang terkenal dengan budaya dan adat Hindu-nya yang kental tentu sangat mengenal Garuda sebagai burung mitologi yang identik dengan nilai-nilai positif seperti ketangguhan dan sebagainya.

Garuda juga merupakan kendaraan dari Wisnu, salah satu dewa dalam Agama Hindu yang memiliki peranan dalam memelihara serta menjaga semua hasil ciptaan Tuhan. Dengan demikian, patung GWK Bali punya makna yang sangat mendalam.

2. Perancang Monumen Jalesveva Jayamahe

Ada fakta GWK Bali yang menarik terkait dengan sosok pembuat patung raksasa tersebut yakni seniman bernama I Nyoman Nuarta.

Patung GWK

Maestro seni patung asal Bali ini adalah lulusan Fakultas Seni Rupa ITB yang karyanya bukan hanya patung GWK, namun Nyoman juga merupakan pembuat Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya. Keren!

3. Diyakini mampu bertahan 100 tahun

Patung GWK adalah mahakarya kelas dunia yang jadi kebanggaan Bali, bahkan juga Indonesia. Desain arsitekturnya yang cantik dan filosofis itu juga didukung oleh perancangan bangunan yang mumpuni.


Presiden Joko Widodo yang secara simbolik meresmikan patung GWK pada tanggal 22 September 2018 lalu menyebut dalam pidatonya kalau GWK bisa bertahan hingga 100 tahun. Semoga benar bahkan lebih ya!

4. Wacana 20 tahun

Untuk diketahui, GWK Bali pertama kali dibangun pada tahun 2013 lalu sebelum akhirnya diresmikan di tahun 2018. Namun ternyata wacana pembangunan patung mahakarya tersebut sudah berlangsung selama 20 tahun lamanya.

Hal ini seiring dengan izin membangun GWK yang pertama kali dicetuskan oleh I Nyoman Nuarta pada tahun 1993 lalu, di mana lantas terkendala rumit dan kompleksnya proses pembangunannya.

5. Bagian tersulit

Fakta menarik GWK Bali yang ke-5 adalah cerita tentang pemasangan sayap Garuda yang dikatakan menjadi salah satu bagian tersulit dalam pengerjaan patung tersebut.


Sayap Garuda yang membentang 64 meter ke kanan dan kiri itu tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pemasangannya harus dilakukan saat cuaca bersahabat dan menghindari momen angin kencang untuk keselamatan pekerja yang melakukannya. Kebayang betapa sulitnya bukan?


6. Libatkan 1.000 pekerja

Selain menantang, proses pembangunan mahakarya patung GWK Bali tentu membutuhkan usaha ekstra. Tak ayal pembangunannya selama 5 tahun melibatkan total 1.000 pekerja.

Ribuan pekerja tersebut dibagi dalam dua wilayah kerja, yaitu 400 pekerja di Bandung, sedangkan yang 600 lainnya menggarap proyek ini langsung Pulau Dewata.

7. Kalahkan patung Liberty

Patung Garuda Wisnu Kencana memiliki tinggi 121 meter. Artinya, tinggi patung GWK ini mengalahkan patung Liberty di Amerika Serikat yang hanya setinggi 93 meter.

Dengan fakta tersebut, GWK Bali juga menjadi patung tertinggi ke-3 di dunia setelah The Spring Temple Buddha di China dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar. Keren banget kan?

Patung GWK

8. Setara gedung 30 lantai

Dengan tinggi mencapai 121 meter, GWK Bali setara dengan gedung bertingkat yang memiliki 30 lantai. Tapi sayangnya, kamu cuma bisa naik sampai lantai 23 aja nih atau setara dengan bahu patung GWK.

Hal itu karena lantai 30 atau puncak patung GWK itu setara dengan keberadaan kepala Dewa Wisnu. Tentunya masyarakat Bali menganggap kepala Dewa Wisnu sebagai hal yang suci. Maka dari itu, tidak boleh diinjak sembarangan orang.

9. Berdiri di atas tanah bekas tambang kapur

Fakta GWK Bali selanjutnya yang tak kalah menarik, dimana lokasinya yang dulu merupakan hamparan kapur. Begitu pula tanah yang menjadi lokasi dibangunnya patung GWK yang merupakan perbukitan kapur.

Tak ayal bahwa tanah tempat dibangunnya GWK ini adalah lahan bekas penambangan kapur liar yang sudah ditinggalkan. Dari kapur disulap menjadi taman budaya, gokil!

Sumber : OKEZONE 

0 comments: