Cornelius Dipo Alam: Gagal di Sepak Bola Indonesia, Sukses di Bisnis Kuliner Amerika

Kamis, Juni 30, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 06 29 18 2620713 cornelius-dipo-alam-gagal-di-sepak-bola-indonesia-sukses-di-bisnis-kuliner-amerika-YIhfmkT0mm.jpgIlustrasi/ Doc: VOA

JAKARTA - Seorang mantan pemain sepak bola terkenal Indonesia sukses menjadi pengusaha kuliner di negeri Paman Sam. Bahkan, dia mendapatkan penghargaan bergengsi untuk orang-orang muda berprestasi yang disebut “40 under 40”.

Ia adalah Cornelius Dipo Alam, pemain sepak bola muda asal Jakarta yang hijrah ke Amerika Serikat untuk bersekolah dan bermimpi memenangkan berbagai piala dengan seragam tim nasional.

Memulai karier saat mewakili DKI Jakarta mengikuti kompetisi Liga Bogasari di usia di bawah 15 tahun dan Liga Suratin untuk usia di bawah 18 tahun, kemampuannya mengolah kulit bundar terus berlanjut.

Sampai, pada akhirnya ia terpilih masuk ke dalam Indonesian Football Academy, sekolah khusus dengan seleksi ketat bagi para pemain sepak bola muda berbakat.

Ingin mendapatkan tempat yang lebih layak untuk mengasah kemampuannya, ia pun sempat hijrah ke Belanda dan bermain untuk sebuah klub sepak bola di Heemstede, Belanda.

Karena ingin meneruskan pendidikan sementara tidak ingin mematikan karier sepakbolanya, ia pun hijrah ke Amerika. Dipo pun sempat bergabung dengan Chivas USA, Turbo FC, LA Legends, LA Blues, dan Deportivo Knights.

Sampai pada akhirnya, pada tahun 2012 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memanggil pria berusia 23 tahun ini untuk memperkuat tim nasional.

Namun, karena syarat menjadi anggota timnas harus bergabung dengan salah satu klub sepakbola, ia pun sempat melakukan trial dengan Sriwijaya (Palembang), Persebaya (Surabaya), Arema (Malang), dan Persijap (Jepara).

Namun, nasib membawanya pada jalan yang lain. Intervensi pemerintah tahun 2015 terhadap sepak bola Tanah Air bermuara pada sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasioal (FIFA) terhadap PSSI.

Hal itu membuat tim nasional Indonesia dan seluruh klub asal tanah air tidak bisa berlaga di kompetisi-kompetisi resmi FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).

“Pas sepak bola Indonesia di-banned itulah, aku sudah 100 persen bilang aku tidak bisan main bola lagi, dan memutuskan pensiun dan fokus ke bisnis,” katanya dilansir dari VOA, 

Dia pun memilih kembali ke California, Amerika Serikat (AS). Dia beruntung masih mengantongi status permanent resident-nya di AS. Berbekal status permanent resident tersebut dia pun memulai bisnis kulinernya.

Dunia bisnis kuliner bukan hal asing bagi Dipo. Sewaktu kuliah jurusan Manajemen Bisnis di Pasadena City College, Pasadena, California, ia sempat bekerja di sebuah restoran sebagai pencuci piring untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Ia kemudian juga sempat kerja sebagai pelayan di restoran waralaba Genghis Grill.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia juga bekerja untuk perusahaan makanan Pretzel dan jaringan waralaba Potato Corner sebagai manajer distrik yang bertugas memperbaiki kinerja penjualan cabang-cabangnya.

Di Potato Corner inilah Dipo mulai memberanikan diri untuk terlibat tidak hanya sebagai pegawai tapi juga pemilik salah gerainya. Iseng, ia mengajukan tawaran kepada salah satu bosnya untuk memberinya kesempatan mengambil alih kepemilikan sebuah gerai Potato Corner yang sedang kesulitan di Albuquerque, New Mexico.

Karena Dipo tidak punya modal, ia meminta bosnya menanamkan modal, sementara kontribusi Dipo adalah bekerja untuk mengelolanya tanpa mendapat gaji.

“Aku mau offer fifty-fifty aku bilang. Kamu taruh duit, aku jalanin. Tapi aku tidak ambil salary. Jadi kalau kamu hilang duit, aku juga hilang duit. Tapi aku kerja mati-matian sampai toko itu berhasil,” imbuhnya.

Ya, Dipo berhasil, dan ia tidak hanya puas dengan satu melainkan dua gerai. Setelah itu sepak terjang Dipo seperti tidak terbendung. Ia sempat mencoba membuka gerai waralaba Jerky Guy, namun kemudian ditinggalkannya. Ia kemudian membuka waralaba Paleta Bar. Di bisnis yang disebut terakhir ini lah Dipo mencetak sukses besar.

Kini, nama Dipo (33), lebih erat kaitannya dengan pebisnis waralaba kuliner asal Indonesia yang sukses di Amerika. Ia memiliki lebih dari 40 gerai kuliner di tujuh negara bagian di Amerika.

Sumber : okezone

0 comments: