Demo Unik di Senegal: Warga Pukul Panci dan Wajan untuk Protes Pemerintah

Kamis, Juni 23, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Pendukung koalisi oposisi utama Senegal Yewwi Askan Wi menggedor panci, tutup dan wajan sebagai protes atas diskualifikasi daftar nasional mereka untuk pemilihan legislatif di Dakar, Senegal. Foto: Zohra Bensemra/REUTERS
Senegal pada Rabu (22/6/2022) malam diguncang demo. Warga di ibu kota Dakar, berperilaku unik pada demo tersebut.
Unjuk rasa digelar dengan cara membunyikan klakson mobil serta memukul panci dan wajan di beberapa penjuru ibu kota Dakar. Aksi protes ini dipimpin oleh oposisi politik digelar menjelang pemilihan legislatif yang akan dilangsungkan pada bulan depan.
Koalisi oposisi utama di Senegal, Yewwi Askan Wi, meminta para pendukungnya untuk keluar ke jendela, balkon, dan pintu rumah mereka dan bersama-sama memukul panci atau wajan pada pukul 8 malam. Hal ini dimaksudkan Wi untuk menandakan amarah mereka atas didiskualifikasinya oposisi tersebut dari daftar kandidat untuk pemilihan suara mendatang.
Dalam aksi demo tersebut, polisi juga menangkap beberapa politikus dari pihak oposisi.
“Saya di sini memprotes untuk keadilan,” kata salah seorang demonstran bernama Ibrahima Soumare, dikutip dari Reuters.
Ibrahima berpartisipasi dalam aksi demo itu dengan mengenakan warna bendera Senegal dan memegang dua tutup panci besar yang bertuliskan ‘Tidak untuk kediktatoran’ dan ‘Memprotes adalah hak konstitusional’.

Pendukung koalisi oposisi utama Senegal Yewwi Askan Wi menggedor panci, tutup dan wajan sebagai protes atas diskualifikasi daftar nasional mereka untuk pemilihan legislatif di Dakar, Senegal. Foto: Zohra Bensemra/REUTERS
Aksi protes tersebut menyusul demo yang terjadi pada pekan lalu di jalanan kota Dakar. Demo yang dilarang oleh pihak berwenang itu berlangsung ricuh dan berujung kekerasan. Pihak kepolisian pun menembakkan gas air mata dan meriam air selama bentrokan terjadi dengan pengunjuk rasa.
Akibat dari bentrokan pada 17 Juni lalu itu, pemimpin oposisi Ousmane Sonko mengatakan, tiga orang tewas. Satu orang tewas di Dakar dan dua lainnya di wilayah bagian selatan Senegal, Casamance.
Amarah warga Senegal berawal dari banyaknya koalisi oposisi yang dicoret namanya dari daftar kandidat legislatif untuk pemilihan pada 31 Juli mendatang. Menurut putusan pengadilan, penghapusan kandidat ini dilakukan atas alasan teknis.
Selain itu, banyak warga yang menuding Presiden Senegal Macky Sall, berusaha menghilangkan pesaingnya. Sebanyak dua saingan utamanya dipenjara atas tuduhan korupsi pada 2015 dan 2018 silam.


Sumber : kumparan.com

0 comments: