Gelar Pameran di Bali, Seniman Malaysia Buat Dialog Budaya di Atas Meja Makan

Senin, Juni 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Seniman Malaysia, Marisa R Ng (kanan) bersama pemilik Art Xchange Gallery Bennie Oentoro - IST
DENPASAR, kanalbali.com - Art Xchange Gallery di Kopi Bali House Sanur bakal menyajikan pameran lukisan karya seniman Malaysia Marisa R Ng. Menariknya, pameran akan dipadukan dengan event “Table Talk: Food, Our Universal Language” di mana Marisa akan menyajikan masakannya sendiri seraya menemani perbincangan tentang karyanya.

"Tentunya percakapan bisa meluas kemana-mana bukan hanya soal lukisan," katanya dalam jumpa pers di Kubu Kopi House Sanur, Denpasar, Senin, (20/6/2022).
Acara ini akan diadakan mulai tanggal 25-30 Juni 2022. dan Table Talk berlangsung sekitar 3 jam dari pukul 19.00 Wita dengan jumlah peserta yang terbatas, yakni hanya untuk 9 orang untuk semalam.
Marisa bersama 2 karyanya - IST
Nantinya, seluruh tamu yang hadir akan duduk bersama dan 5 jenis makanan akan disajikan di atas salah satu lukisan karya Marisa yang terpasang tepat pada bagian tengah meja bundar dengan lebar 2 meter.
"Meja bundar relevan, praktis dan simbolis dalam budaya di seluruh dunia. Hampir semuanya bisa diselesaikan di meja bundar. Meja bundar adalah tempat perayaan keluarga berlangsung," sebutnya
Marisa menuturkan, ada satu karya lukisan berwarna merah yang terpasang di atas meja makan yang diberi judul Sebulat Suara, atau dalam bahasa Indonesianya lebih akrab dengan sebutan satu suara.
Dengan merasakan pengalaman interaksi seni sembari bersantap ini diharapkan dapat menghubungkan orang-orang dalam mengeksplorasi dan berbagi, serta mempelajari kebudayaan.
Marisa percaya bahwa makanan adalah bahasa universal. “Berbagai makanan bersama tanpa memandang ras dan status di meja bundar tetap menjadi simbol sejati toleransi, kepedulian, cinta dan rasa hormat tidak hanya untuk keluarga kita, tetapi juga untuk komunitas kita, bangsa kita dan dunia," katanya.
Menurut Marisa makan di meja bundar akan menyatukan keluarga sekaligus mendekatkan orang. Kata "kesatuan" dalam bahasa Cina memiliki pengucapan yang mirip dengan kata "bulat" atau "lingkaran".
Sementara dala pameran ini akan ada 16 karya lukisan Marisa. Seluruh karya itu dihasilkan selama satu tahun, dan dibuat dengan menggunakan medium bahan-bahan masakan. Seperti karya yang dibuat menggunakan bahan utama beras, dimana proses melukis dilakukan selayaknya cara petani menghasilkan beras dari tumbuhan padi.
Direktur galeri, Benny Oentoro B.A mengatakan, pameran Table Talk diharapkan dapat membuka dialog tentang perbedaan warisan, ras, budaya, dan tradisi. "Ini relevan untuk ditampilkan di Indonesia, karena masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai ras, suku, budaya dan tradisi," katanya.
Selain itu, belakangan ini, minoritas mengalami pelecehan dan intoleransi di negara berpenduduk terbesar keempat di dunia ini. "Melalui meja bundar, kita bisa saling menghormati budaya dan latar belakang yang berbeda," jelasnya.

Sumber : kumparan.com

0 comments: