Heboh Rekam Pria Berkuda di Bromo Dipalak Rp50.000, Ini Penjelasan Pengelola

Rabu, Juni 22, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


BUNTUT video viral diduga aksi pemalakan terhadap wisatawan, pengelola kawasan Wisata Gunung Bromo memastikan oknum yang memintai uang Rp50.000 bukan merupakan petugas resmi.

Pasalnya, dari penelusuran pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) video ini melibatkan antara wisatawan dengan salah satu penyewa jasa kuda di Gunung Bromo.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat menjelaskan, video itu direkam oleh seorang wisatawan saat tengah menyewa kuda dan menungganginya di area lautan pasir Gunung Bromo.

"Video mengenai permintaan pembayaran dokumentasi video oleh pelaku jasa wisata persewaan kuda kepada pengunjung yang mengambil rekaman video kuda yang sedang ditunggangi, oleh salah seorang penyedia jasa wisata kuda," kata Sarif Hidayat, melalui keterangan tertulisnya kepada MNC Portal.

Infografis Tips ke Borobudur

Sarif juga memastikan penyedia jasa wisata kuda dan jasa wisata lainnya yang berada di kawasan TNBTS bukan merupakan petugas resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

"Penyedia jasa wisata kuda dan jasa wisata lainnya di kawasan TNBTS adalah masyarakat sekitar, bukan merupakan petugas BBTNBTS," tegasnya.

Pihak TNBTS menyebut telah berupaya melakukan pembinaan kepada pelaku jasa wisata secara rutin, diantaranya melalui kegiatan rapat koordinasi dan pembinaan, serta peningkatan kapasitas pelaku jasa wisata.



"Agar pelaku jasa wisata dapat menjalankan kegiatan usaha di TNBTS sesuai aturan, menjaga ketertiban, dan melayani pengunjung dengan baik," ucapnya.

Menurutnya, wewenang menjaga di area BB-TNBTS bukan merupakan tanggung jawab pihak pengelola saja, tetapi seluruh stakeholder yang terlibat, termasuk seluruh penyedia jasa wisata.

Pengelola telah memasang banner layanan call center atau nomor pengaduan di 0852-5993-4112 / 081-237 96, untuk melapor jika terdapat ketidaksesuaian pelayanan sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku.


"Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh stakeholder yang terlibat, dalam kegiatan wisata di kawasan Bromo, baik instansi pemerintah daerah, propinsi, pusat maupun lembaga lainnya yang terkait," tuturnya.

Sarif mengimbau agar pelaku jasa wisata dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung, dengan menjunjung tinggi etika dan kesopanan sesuai dengan norma yang terkandung pada Sapta Pesona Pariwisata Indonesia.


Sumber : OKEZONE 

0 comments: