Keunikan Adat Pernikahan Budaya Sunda

Senin, Juni 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi pernikahan adat Sunda. Sumber foto: Pexels.com
Pernikahan adalah salah satu momen sakral untuk mengikat sepasang kekasih. Indonesia memiliki banyak jenis budaya pernikahan yang unik dan bisa dibilang cukup rumit. Hal tersebut karena biasanya banyak aturan-aturan yang harus dipakai dalam menjalankan sebuah prosesi pernikahan.
Salah satu kebudayaan pernikahan yang unik datang dari suku Sunda yang tinggal di Pulau Jawa. Pernikahan adat Sunda terkenal dengan keunikannya yang luar biasa. Keunikan tersebut tak lepas dari banyaknya prosesi yang harus diikuti oleh orang Sunda. Terdapat sembilan prosesi yang harus diikuti semuanya secara berurutan.
Prosesi tersebut mulai dari pengajian, siraman, sungkeman, saweran, menginjak telur, membakar haruput atau lidi dari pohon kelapa, melepaskan burung merpati, saling menyuap makanan, menarik bekakak bersamaan. Prosesi-prosesi tersebut memiliki nilai dan maknanya tersendiri bagi orang Sunda.
“Prosesi pernikahan adat Sunda harus dilakukan oleh seluruh masyarakat yang ada di suku Sunda. Hal tersebut karena itu adalah tradisi yang harus dijaga dan dapat diwariskan pada anak dan cucu nanti.” Ucap Jalil masyarakat adat Sunda.
Pengajian sendiri biasanya dilakukan oleh orang Sunda yang beragama Islam, jika orang Sunda itu non-muslim tidak perlu melakukan prosesi ini. Prosesi ini bertujuan untuk mendoakan calon pengantin yang akan menikah.
Kemudian prosesi siraman sendiri adalah prosesi memandikan pengantin laki-laki dan perempuan oleh orang yang lebih tua. Tujuannya adalah supaya pengantin mengingat masa-masa mereka dimandikan oleh kedua orang tuanya. Prosesi ini bisa dibilang prosesi yang unik.
Sungkeman bertujuan untuk meminta maaf kepada orang tua pengantin. Saweran sendiri memiliki arti kehidupan yang makmu dan manis yang nantinya akan didapatkan oleh pengantin. Menginjak telur diartikan sebagai jika pengantin laki-laki memiliki kekuatan untuk menghasilkan keturunan.
Membakar lidi atau haraput sendiri berarti saling mengisi antara pengantin dalam pernikahannya sehingga tercipta rumah tangga yang damai dan rukun. Melepaskan burung merpati berarti pihak dari kedua ibu mempelai pengantin sudah selesai akan tanggung jawabnya menjaga, merawat, dan membesarkannya.
Saling menyuap makanan antara pengantin dan orang tuanya, melambangkan jika tugas mereka sebagai orang tua sampai di sini saja. Terakhir adalah prosesi penarikan bekakak antara pengantin yang artinya mereka akan melakukan kehidupan pernikahan yang adil. Itulah sembilan prosesi pernikahan adat Sunda yang biasanya dilakukan oleh pengantin dan keluarga.
Prosesi pernikahan adat Sunda harus dijalani oleh orang Sunda untuk melestarikan budayanya. Budaya masa lampau adalah titipan dari nenek moyang. Keragaman budaya di Indonesia harus dilestarikan supaya nantinya penerus bangsa mengetahui banyaknya budaya yang ada di Indonesia. Dengan harapan mereka dapat mampu melestarikan budaya ini. Sebagaimana kita menjaga budaya Indonesia dengan baik dan benar.

Sumber : kumparan.com

0 comments: