Kisah Pengukir Buah Blitar, Dibayar Pakai Kopi hingga Dapat Cuan

Kamis, Juni 09, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Blitar - Ketika mengukir dengan media kayu sudah biasa, seorang pria asal Blitar ini mencoba sesuatu yang tergolong baru dengan mempelajari berbagai trik di YouTube. Ternyata kemampuan mengukir buah bisa mendatangkan cuan!

Nama pria itu Moh Danar Agung Budoyo warga Desa/Kecamatan Wates, Blitar. Pria yang akrab disapa Agung itu mulai belajar mengukir buah secara otodidak sejak 2017 lalu dengan peralatan seadanya.

"Ya belajar otodidak lihat di YouTube. Sebenarnya mau belajar jelly art, cuma karena peralatannya terbatas jadi pindah ke fruit curving atau ukir buah ini," ujarnya saat dihubungi detikJatim

Kreativitas Agung bisa dibilang jempolan. Berkat ketekunannya mempelajari trik mengukir buah apa pun, kini ia mampu mendulang keuntungan alias pendapatan dari hasil kreativitas tersebut.

Agung mengisahkan, pertama kali belajar mengukir ia gunakan media pepaya. Alasannya karena buah semangka dan melon relatif mahal untuk latihan. Sedangkan pepaya ia tak perlu membeli.

"Awalnya ya susah bikin ukiran di buah, tapi kalau sudah terbiasa ya bisa. Terus buah yang untuk media ukir ini bisa beragam. Baru kalau udah bisa pakai semangka, melon, dan labu," ujarnya.

Tingkat kesulitan ukiran pun beragam. Menyesuaikan dengan motif yang digarap. Apakah abstrak, bunga, tulisan, atau wajah seseorang. Ukir buah biasanya juga ia lakukan untuk membuat replika hewan.

"Dulu pas awal ya enggak dibayar, cuma dikasih upah kopi saja. Kalau sekarang alhamdulillah sudah bisa dapat pendapatan dari ukir buah. Ya sekitar seratus ribu ke atas," katanya.

Pelanggan atau peminat ukir buah juga bervariasi. Mulai dari perorangan, hajatan, maupun hotel. Ukir buah juga diminati untuk seserahan para pengantin hingga kado ulang tahun.

"Alhamdulillah dengan ukir buah ini bisa menghasilkan. Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu orang tua," pungkasnya.

Sumber : detik.com

0 comments: