Kreatif, Ketut Selamet Ubah Batok Kelapa Jadi Aneka Bentuk Kerajinan

Sabtu, Juni 11, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Foto: beberapa contoh kerajinan tangan milik Ketut Selamet yang terbuat dari batok kelapa (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)

Karangasem - I Ketut Selamet (41) warga yang berasal dari Banjar Dinas Pakel, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem merupakan orang yang kreatif dan inovatif, dengan memanfaatkan batok kelapa untuk dijadikan berbagai jenis kerajinan tangan yang ramah lingkungan.

Memanfaatkan batok kelapa untuk diubah menjadi berbagai jenis kerajinan tangan tersebut sudah ia lakoni sejak 1,5 tahun yang lalu, karena pekerjaan sebelumnya yaitu tukang tempel batu padas rumah yang digeluti sepi order akibat pandemi COVID-19.


Ditemui di rumahnya pada Jumat (10/6/2022) I Ketut Selamet menceritakan bahwa ide awal untuk memanfaatkan batok kelapa menjadi kerajaan tangan yang ramah lingkungan muncul dari sang istri yang bernama Ni Luh Partini.

Saat itu, istrinya melihat ada banyak batok kelapa yang berserakan di rumahnya yang tidak dimanfaatkan sehingga muncullah ide kreatif tersebut, 'coba dimanfaatkan jadi kerajinan bli daripada tidak terpakai' kata istrinya saat itu.

Dengan dukungan dan semangat dari sang istri, Ketut Selamet kemudian mulai membuat beberapa jenis kerajinan mulai dari yang paling simpel dan mudah dibuat yaitu mangkok dan gelas. "Sebenarnya pertama kali saya bikin kerajinan ini untuk diri sendiri saja, tapi setelah saya share ke facebook dan whatsapp ternyata banyak yang suka dan ingin dibuatkan," kata Ketut Selamet.

Dengan banyaknya order, membuat Ketut Selamet menjadi semakin banyak ide untuk membuat kerajinan yang lebih unik seperti kendi air (caratan), sangku tirta, lampu hias, lampu belajar, dan yang lainnya. Untuk harganya pun berbeda-beda sesuai dengan tingkat kesulitannya dimulai dari Rp7 .000 hingga Rp 120.000.

Selama proses pengerjaan ia juga sering di bantu oleh istri dan juga anak-anaknya, tapi itu saat finishing saja. Kalau proses pembuatan dari awal tetap dia yang mengerjakan karena butuh ketelitian supaya hasilnya bagus tanpa ada cacat sedikit pun. Selain terbuat dari batok kelapa beberapa jenis kerajinan miliknya juga terbuat dari bambu.

Dengan penjualan tersebut dalam sebulan Ketut Selamet mengaku mampu meraih omzet kurang lebih sekitar Rp 1,2 juta. Meskipun bisa terbilang kecil tapi cukup untuk menghidupi keluarganya saat ini.

Tapi, saat ini ia juga mengaku mengalami sedikit kesulitan dalam memperoleh batok kelapa yang bagus yang bisa dimanfaatkan untuk kerajinan, kalaupun ada justru dijual dengan harga yang cukup mahal sehingga cukup mempengaruhi penjualannya.

"Untuk jualannya saya share di facebook contoh-contoh kerajinan yang saya buat, dan jika ada yang berminat dengan sangku tirta misalnya baru saya bikinkan dan siap diantar ke rumahnya kalau pesanannya sudah jadi dan jumlah yang dipesan lumayan banyak," kata Ketut Selamet.

Sampai saat ini, Ketut Selamet mengaku sudah menjual kerajinannya tersebut hingga ratusan biji dengan berbagai bentuk tapi yang paling laris adalah mangkok makan, sampai saat ini Ketut Selamet mengaku terus berusaha untuk belajar membuat kerajinan dari batok kelapa yang lainnya, karena kerajinan ini sangat ramah lingkungan dan dapat mengurangi pemakaian bahan plastik.

Tapi belakangan ini kerajinan tangan miliknya sedang sepi order sehingga membuatnya sedikit pusing karena saat ini pemasukannya hanya dari penjualan kerajinan tersebut sedangkan proyek pemasangan batu padas juga masih sepi.

"Saya akan terus berinovasi dengan bentuk-bentuk kerajinan yang baru yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga selain menjadi lebih kreatif tentu harganya juga lebih tinggi lagi, semoga orderan kerajinan batok kelapa saya ini kembali ramai seperti dulu," kata Ketut Selamet.


Sumber : detik.com

0 comments: