Menjaga Tarompet Penca, Alat Musik Sunda yang Kian Terancam

Kamis, Juni 16, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Kang Ardi sedang memainkan Tarompet Penca yang dibuatnya sendiri. (Foto @adhikagraha)
Namanya Ardi Permana, tapi banyak orang menyebutnya Kang Ardi Tarompet. Bagi saya sendiri sulit rasanya untuk mendeskripsikan atau menjuluki seseorang apalagi jika hanya melihatnya dari satu sisi saja. Misal melihat Kang Ardi hanya dari sisi dirinya yang merupakan seorang pemain Tarompet Penca.

Karena kenyataannya pemuda lulusan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung ini telah menjelma menjadi seorang ahli yang punya kemampuan luar biasa dibidang kesenian dan kebudayaan. Dia bisa menjadi musisi, seniman, budayawan, guru bagi mereka yang ingin belajar musik tradisional bahkan menjadi pembuat alat musiknya itu sendiri.

Kang Ardi sedang memotong salah satu bahan Tarompet Penca yang terbuat dari batok kelapa. (Foto @adhikagraha)
Dan di hari selasa kemarin, saya berkesempatan langsung melihat proses pembuatan Tarompet Penca yang melegenda ini, di bengkel seni miliknya yang terletak di Desa Tarajusari, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung. Beruntungnya juga, saya pun bisa melihat semua proses tersebut dari tahap awal hingga menjadi alat musik yang begitu merdu ketika dimainkan.
Kang Ardi menjelaskan secara rinci tahap demi tahap alat musik ini dibuat. Dari proses pemilihan bahan terbaik, menunjukkan proses pemotongan kayu, membuat pola bentuk, mengukir detail-detail hiasan hingga akhirnya menjadi Tarompet utuh yang bisa digunakan.
Tampilan awal Tarompet Penca sebelum dicat untuk mendapatkan warna yang lebih menarik. (Foto @adhikagraha)
Proses melubangi batok kelapa yang nantinya akan ditempatkan pada bagian atas Tarompet Penca. (Foto @adhikagraha)
Jujur saya sendiri baru pertama kali menyentuh dan melihat detail dari alat musik sunda ini secara langsung. Bahkan bukan tidak mungkin juga malah ada teman-teman yang baru pertama kali mendengar alat musik bernama Tarompet Penca.
Dari apa yang saya lihat, saya sangat respek dengan apa yang Kang Ardi buat dan kerjakan. Selain karena prinsipnya yang kuat dalam melestarikan budaya, hasil karyanya pun menurut saya punya nilai yang sangat tinggi khususnya bagi para pencinta karya seni.

Kang Ardi mengukir beberapa bagian Tarompet Penca agar terlihat lebih menarik. (Foto @adhikagraha)
Terlepas dari semua mitos, cerita ataupun kejadian yang biasanya muncul ketika alat musik ini dimainkan dalam pentas. Bagi saya sendiri Tarompet Penca merupakan alat musik warisan leluhur yang sangat istimewa, karena begitu kaya akan nada, mewah saat dilihat dan memiliki filosofi yang sangat dalam ketika pahami.
Di sisi lain saya pribadi pun sebenarnya malu tapi juga bangga dengan apa yang Kang Ardi lakukan. Di usianya yang masih muda Kang Ardi mampu menjadi pelestari budaya dalam arti yang sebenarnya. Dan dia pun bisa memulai regenerasi sejak dini, salah satunya dengan mengajarkan langsung penggunaan Tarompet Penca ini pada generasi muda yang ada di kampungnya.
Saya selalu percaya, bukan hal yang mudah bagi siapa pun untuk menjaga adat dan melestarikan budaya di tengah masyarakatnya sendiri yang mulai apatis. Apalagi harus berhadapan dengan tantangan globalisasi yang makin kuat dan proses akulturasi yang terus terjadi. Tapi pada akhirnya Kang Ardi mampu membuktikan jika ada niat serta keinginan semuanya bisa dilakukan.

Beberapa ukiran yang ada di Tarompet Penca buatan Kang Ardi. (Foto @adhikagraha)

Disamping memiliki ukiran yang rapi, suara yang dikeluarkan oleh Tarompet Penca yang Kang Ardi buat pun punya kualitas yang sangat bagus
Kita semua mesti bangga dan mengapresiasi orang-orang seperti Kang Ardi, yang bisa disebut juga sebagai aset berharga bagi daerah ataupun negara. Karena secara nyata sudah sangat peduli sekaligus mampu mempraktikkan cara melestarikan adat dan budaya dengan baik.
Begitu juga dengan pemerintah, sudah seharusnya Bupati dan Wakil Bupati Bandung yang juga dikenal sebagai orang seni. Agar bisa memberi perhatian lebih pada para musisi dan seniman lokal yang ada di daerahnya. Saya percaya orang seperti Kang Ardi ini tidak akan pernah rugi jika tidak diperhatikan oleh pemeritah, tapi justru pemerintah sendiri yang akan rugi jika pada akhirnya orang-orang seperti ini berhenti berkarya.

Sumber : kumparan.com

0 comments: