Nggak Sangka! Ini Toh Alasan Kenapa Indomaret dan Alfamart Selalu Berdekatan

Kamis, Juni 09, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Sudah tidak heran lagi, kalau setiap kita ingin berkunjung ke gerai Indomaret, biasanya tak jauh dari sana kita akan melihat Alfamart, begitu pula sebaliknya. Lokasi kedua gerai itu memang saling berdekatan, dan sering dianggap sebagai pesaing abadi.

Sebenarnya, Indomaret sudah ada sebelum Alfamart. Indomaret hadir sejak Oktober 1988, semantara Alfamart berdiri di tahun Juni 1999. Pernahkan kalian bertanya kenapa Indomaret dan Alfamart saling berdekatan? Apakah mereka sengaja mendekati lawan usaha?

Nah, ternyata memang ada beberapa alasannya. Setidaknya ada 5 alasan penting kenapa lokasi Indomaret dan Alfamart saling berdekatan, yang dikutip dari dari CNBC Indonesia:

Alasan Kenapa Gerai Indomaret & Alfamart Selalu Berdekatan

1. Masuk Strategi Marketing
Alasan utama kenapa Indomaret dan Alfamart saling berdekatan adalah strategi marketing. Kedua gerai tentu bertujuan agar mereka mendapatkan pasar yang lebih luas. Nah, dengan hal ini tentu bisa menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Jadi, mereka akan memilih lokasi dengan konsep teori lokasi industri, yakni Hotelling Theory.

Hotelling Theory sendiri adalah teori yang menjelaskan dua persamaan jenis kegiatan ekonomi yang saling berdekatan, dengan tujuan untuk menguasai pasar seluas-luasnya. Teori tersebut akan berfokus pada pemilihan lokasi. Presentasi keuntungannya sudah pasti 50:50 yang selanjutnya akan diserahkan kepada selera konsumen.

2. Mengusung Keunggulan yang Berbeda
Indomaret dan Alfamart mungkin terlihat seperti saudara kandung yang memiliki banyak persamaan. Tapi, keduanya mengakui bahwa mereka memiliki keunggulannya masing-masing. Ada yang mengusung keunggulan dari segi harga lebih murah, kapasitas toko lebih luas, pelayanan lebih ramah atau kenyamanan suasana.

3. Membangun Persepsi Konsumen
Ketika konsumen datang ke salah satu minimarket, maka para karyawan akan bertugas akan berusaha membangun kesan positif kepada pelanggannya bukan? agar datang mereka akan kembali lagi. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, masing-masing gerai Indomaret atau Alfamart akan menunjukkan keunggulannya tersendiri untuk memikat hati pelanggan.

4. Hemat Budget Riset
Alasan Indomaret dan Alfamart selalu berdekatan juga tidak lain tidak bukan untuk menghemat budget riset. Jika salah satu gerai dibangun di lokasi tertentu, maka bisa dipastikan potensi pasarnya sudah bagus dan lolos uji kelayakan bisnis. Ini memang menjadi salah satu rumus membangun gerai baru di kalangan usaha waralaba atau ritel minimarket.

5. Penggunaan Strategi Five Forces
Sejatinya, Indomaret dan Alfamart menggunakan strategi five forces atau pendekatan porter's five forces. Itu adalah metode untuk menganalisis, serta mengidentifikasi kekuatan yang membentuk pola bisnis.


Adapun poin dari porter's five forces adalah sebagai berikut:

- Competitive Rivalry, artinya lingkungan bisnis yang mempunyai tingkat kompetisi sangat tinggi antar perusahaan dan kompetitor. Ketika sudah terjadi persaingan, perusahaan akan menciptakan inovasi baru agar produknya tidak kalah saing dari lawan bisnis.

- Power of Buyer, kemampuan konsumen dalam tawar menawar harga produk agar lebih murah. Jadi, konsumen akan menimbang sendiri harga barang di Indomaret dan Alfamart lalu memutuskannya sendiri akan membeli di mana.

- Power of Supplier, dipengaruhi oleh produk yang dihasilkan dari supplier. Semakin sedikit supplier sebuah produk, maka semakin tinggi ketergantungan perusahaan terhadap supplier tersebut untuk memasok barang pada mereka.

- Threat of New Entry, kondisi di mana akan sulit bagi pendatang baru untuk memasuki pasar atau industri tersebut. Kekuatan perusahaan dipengaruhi oleh hambatan seperti biaya masuk, regulasi, kondisi ekonomi dan hak paten. Hal ini akan memengaruhi siapa yang lebih berkuasa dan lebih besar di lokasi tersebut.

- Threat of Substitute Product, kekuatan yang datang dari produk atau barang pengganti dari barang yang akan dijual di perusahaan. Produk pengganti ini dapat disebut sebagai produk substitusi yang memiliki fungsi serupa dengan produk perusahaan.


Sumber : detik.com

0 comments: