Pengusaha Asal Blitar Bagi 5 Tips Tembus Pasar Global Bareng Shopee

Kamis, Juni 23, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Meski demikian, meningkatkan digitalisasi selama pandemi memberi peluang baru bagi para pelaku UMKM untuk tumbuh hingga mampu melebarkan bisnisnya ke pasar global.
Prima Shabby Craft menjadi salah satu UMKM wall decor handmade asal Blitar, Jawa Timur yang turut memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan bisnisnya. Pemilik usaha Prima Shabby Craft, Andyk Widodo (33) pun mengatakan teknologi digital telah memudahkannya dalam mengembangkan usaha.

Andyk mengaku dulu usahanya hanya terjangkau oleh konsumen di kota kecil. Namun berkat digitalisasi, bisnis yang telah ia bangun sejak tahun 2016 ini pun telah berhasil menjangkau pasar luar negeri. Tak hanya itu, bersama sang istri, Laily Prima Monica (32), mereka mampu memberdayakan warga di sekitar dan menciptakan ekosistem ekonomi mandiri bagi lingkungannya.

Soal keberhasilan bisnisnya, Andyk dan Laily mengatakan memanfaatkan Shopee untuk mengoptimalkan bisnis Prima Shabby Craft secara digital. Termasuk untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha mereka.

Baca juga: Shopee Ajak Warga Paris Ikut Keseruan Membatik Lewat Java in Paris
"Selama beberapa tahun menggunakan platform Shopee, kami mendapatkan banyak sekali manfaat dalam mengembangkan usaha kami. kami secara konsisten melakukan sejumlah hal untuk mengoptimalkan pemasaran dan penjualan produk kami di Shopee, salah satunya ialah dengan aktif membaca informasi seputar program serta memanfaatkan fitur yang ada di Shopee," jelas Andyk dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

Mereka pun membagikan tips berbisnis online bagi pelaku usaha, khususnya di kota kecil agar dapat berkembang lewat teknologi digital. Berikut tipsnya.

1. Optimalkan E-commerce
Andyk menjelaskan awalnya Prima Shabby Craft hanya membuka lapak di media sosial pribadi dirinya. Saat itu, Andyk mengunggah foto vas pagar kayu yang baru saja dibuat untuk digunakan sendiri atas permintaan istrinya. Postingannya pun menarik perhatian para pengikutnya hingga seorang rekannya ingin memesan, namun meminta agar transaksi dilakukan melalui Shopee. Sejak saat itu, Andyk dan Prima mencoba mempelajari Shopee dan mengembangkan bisnisnya lewat Shopee.

"Saat tahun 2017, saya baru nyemplung ke Shopee. Setelah saya pelajari aplikasi ini, ternyata sangat mudah digunakan dan toko saya bisa dilihat oleh banyak orang," kata Prima.

2. Manfaatkan Fitur, Campaign, Program, dan Promosi Iklan
Untuk mengembangkan bisnisnya, Andyk dan Prima mengaku memanfaatkan berbagai fitur, campaign, dan program milik Shopee untuk meningkatkan penjualan Prima Shabby Craft. Beberapa di antaranya, voucher toko, promo toko berupa harga coret atau diskon, dan paket diskon. Meski demikian, Andyk mengatakan fitur ini harus disesuaikan dengan ketersediaan produk.

Tidak hanya fitur, keduanya juga memanfaatkan Program Gratis Ongkir, Gratis Ongkir Xtra, Cashback Xtra, Program Star dan Star+, Shopee Mall, dan Ekspor Shopee. Untuk memanfaatkan momentum besar, Prima Shabby Craft mengikuti sejumlah kampanye yang dilakukan di Shopee seperti kampanye tanggal kembar, Big Sale Ramadan, Shopee Mantul Sale, Cuci Gudang, Murah Lebay, dan Rp1.

"Kami pasti mempelajari dan mencoba mengoptimalkan toko dari fitur, program, dan kampanye yang disediakan di Shopee. Secara berkala, kami mengevaluasi hasil dari setiap fitur, program, dan kampanye," jelas Andyk.

3. Pelajari Trik Bikin Judul, Foto, dan Deskripsi Produk
Agar pelanggan tetap bertahan di lapaknya, Andyk juga memberikan judul, foto serta deskripsi produk yang tepat dan menarik. Prima menyebut judul yang menarik dapat dipelajari dari berbagai sumber, termasuk laman Seller Shopee.
"Kami juga memperhatikan keyword yang tepat untuk mempermudah pelanggan melakukan pencarian produk. Setelah itu, kami evaluasi dari materi yang telah dibuat untuk diperbaiki agar toko tetap selalu berada di atas dan memudahkan pencarian," jelas Prima.

4. Kolaborasi
Kolaborasi tentu menjadi hal penting dalam berbisnis. Dalam hal ini, Andyk dan Prima memanfaatkan peluang untuk berkolaborasi dengan desainer interior. Sebagai produsen hiasan kayu, mereka menyediakan produk yang diusulkan desainer kepada customer. Lewat kolaborasi ini, Andyk dan Prima pun bisa belajar memahami tren pasar saat ini sehingga produknya tetap menjadi pilihan masyarakat luas.

5. Jaga Kualitas Produk
Terakhir, sebagai pelopor wall decor handmade asal Jawa Timur, mempertahankan kualitas produk agar tetap menjadi pilihan utama pelanggan tentu tak boleh dilewatkan. Untuk itu, keduanya selalu memperhatikan kualitas kayu dan pengemasan barang. Dengan begitu, produk yang sampai ke tangan pembeli memiliki kualitas baik dan tetap aman.

Berkat kelima strategi ini, saat ini Prima Shabby Craft telah menjual sebanyak lebih dari 300 produk per hari dan memiliki 150 reseller. Produk Prima Shabby Craft pun tidak hanya dikirim ke pembeli lokal, tetapi juga menjangkau pasar luar negeri. Prima Shabby Craft kini telah mengekspor produk ke sejumlah negara berkat #ShopeeAdaUntukUMKM, seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Singapura.

"Bukanlah hal yang mudah untuk merintis usaha dan mengembangkannya dari kota kecil. Namun, berkat teknologi Shopee dan pengoptimalan yang dia lakukan bersama istri, Prima Shabby Craft menjadi dikenal hingga mampu mempekerjakan 30 karyawan warga lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya," tutup Prima.

Sumber : detik.com

0 comments: