Pensiun dari Pekerjaan, Seorang Wanita Diperlakukan seperti Pembantu oleh Suaminya

Jumat, Juni 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments





Seseorang melakukan pensiun biasanya karena memang sudah waktunya atau mengidap penyakit yang mengharuskan seseorang itu berhenti kerja. Ketika pensiun yang diharapkan adalah bisa beristirahat dan lekas pulih.

Hal itu malah berbanding terbalik dengan kisah yang di alami seorang wanita ini. Alih-alih memiliki kehidupan yang tenang, dirinya malah mengalami tekanan paling berat.

"Usiaku saat ini 55 tahun dan suamiku lebih tua satu tahun dariku. Kami sudah menikah hampir 15 tahun. Aku dan suamiku sama-sama bekerja karena kami memiliki beberapa hutang yang harus dibayar. Tetapi aku harus pensiun karena mengidap sebuah penyakit," jelas wanita itu dilansir dari The Sun.

Ilustrasi sedih (freepik/wirestock)
"Aku kira bisa istirahat dan pulih dengan tenang setelah pensiun. Tapi nyatanya tidak, suamiku menyuruhku untuk selalu bangun pagi dan menyiapkan sarapan. Tak hanya itu aku juga diperlakukan seperti pembantu bukan seorang istri," sambungnya.



Suami si wanita ini sangat mengontrolnya. Hal itu disebabkan semenjak istrinya pensiun, beberapa hutang yang belum lunas yang menanggung adalah sang suami. Jadi, si wanita itu harus patuh dengan semua yang suaminya katakan.

Tentu saja, hal itu sangat mengontrol si wanita dan membuatnya merasa tak bahagia. Jangankan bahagia, sakit yang dideritanya juga tak kunjung sembuh karena ulah sang suami.

Curahan hati si wanita itu pun mendapat tanggapan dari Deidrei. Deidrei juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan suaminya bagian dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Setelah pensiun dan menjadi ibu rumah tangga mungkin hal yang bisa kamu lakukan. Tapi jika sikap suamimu seperti itu tidak dapat dibenarkan. Ia memperlakukanmu bagaikan pembantu. Kamu perlu berbicara dengan suamimu perihal apa yang kamu rasakan. Jika dia tak mau merubah apalagi mendengarmu. Kamu perlu mempertimbangkan kelanjutan hubungan kalian," pungkas Deidrei.

Sumber : SUARA 

0 comments: