Potret Bendungan Engehalde, Lokasi Penemuan Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz

Jumat, Juni 10, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


KEPOLISIAN Swiss berhasil menemukan jasad putra sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril setelah melakukan pencarian selama 14 hari. Eril ditemukan sudah tak bernyawa di Bendungan Engehalde pada Kamis pagi waktu setempat.

Titik terang ditemukannya Eril berawal dari informasi Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Swiss, Muliaman Hadad. Kepolisian Bern menemukan jasad seorang pria sekira pukul 06.50 pagi waktu Swiss atau 11.50 WIB.



Bicara soal lokasi Eril ditemukan, Bendungan Engehalde pertama kali dibangun pada tanggal 1 November 1909 atau kini telah berusia sekitar 113 tahun.

Bendungan ini berada di Wehrweg, 3014 Bern, Swiss. Ia merupakan bagian dari Pembangkit listrik Felsenau (Krafwerk Felsenau) yang berlokasi di Felsenaustrasse 47,3004 Bern.

Bendungan Engehalde dan pembangkit listrik Felsenau didesain sedemikian rupa memanfaatkan kontur Sungai Aare yang berkelok di semenanjung Enge.


Bendungan Engehalde

Tujuan dibangunnya bendungan ini untuk menahan aliran Sungai Aare dan airnya di saluran ke turbin listrik di Felsenau melalui bawah Semenanjung Enge.

Sekadar informasi, 100 meter kubik air per detik mengalir dari Bendungan Engehalde melalui terowongan sepanjang 550 meter ke pembangkit listrik Felsenau. Sedangkan air yang tersisa mengalir sepanjang sungai Aare mengelilingi sekitar semenanjung Enge sepanjang 9 km.

Bendungan Engehalde dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga air sisa yang mulai beroperasi pada tahun 1998 dan menggunakan laju aliran sisa yang ditentukan sebesar 12 meter kubik per detik. Outputnya adalah 460 kW, yang cukup untuk memasok hampir 700 rumah tangga.

Melansir Seniorbern, pembangunan pembangkit listrik Felsenau dan Bendungan Engehalde sebenarnya erat aitannya dengan pabrik pemintalan (Spinnerei) Felsenau yang memiliki konsesi air dan berencana membangun pembangkit listrik alih-alih sistem turbin mekanis dengan memanfaatkan tenaga air dari Sungai Aare.

Namun, pabrik pemintalan itu mengalami resesi keuangan imbas depresi besar (1873–1896). Setelah perselisihan hukum yang panjang dengan kota Bern, Spinnerei menyerahkan hak penggunaan air ke kota pada tahun 1906.

Alhasil, rentang tahun 1907 dan 1910 Bern akhirnya membangun terowongan baru dan pembangkit listrik. Konsekuensinya mereka wajib memasok pabrik pemintalan dengan 800 kilowatt listrik atau sekitar 20 persen dari produksi secara cuma-cuma alias gratis dalam jangka waktu yang tidak ditentukan dan mengompensasi tanah yang diserahkan.


Sumber : OKEZONE 

0 comments: