Sehari Usai Pembatasan Dicabut, Sebagian Shanghai Lockdown Lagi

Sabtu, Juni 04, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Shanghai kembali menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di sejumlah pemukiman penduduk, sehari setelah pembatasan seluruh kota dicabut. (REUTERS/ALY SONG)

Jakarta, CNN Indonesia -- Shanghai kembali menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di sejumlah pemukiman penduduk, sehari setelah pembatasan seluruh kota dicabut.

Dikutip dari CNN, Sabtu (4/6), pemerintah kota Shanghai mengumumkan penemuan tujuh kasus covid-19 baru di wilayah Jing'an dan Pudong, sehingga akan mengisolasi empat daerah berisiko sedang di kedua wilayah tersebut. Penduduk yang tinggal di sana akan dikurung di rumah mereka selama 14 hari.

Menurut para pejabat, 26 orang yang kontak dekat dengan terinfeksi dan 106 kontak sekunder telah ditempatkan di karantina pemerintah, dan lebih dari 470 ribu orang telah di-tes covid-19.


Padahal, Shanghai baru saja membuka lockdown setelah dua bulan melarang 25 juta penduduknya berpergian. Kini dua juta penduduk masih dilarang meninggalkan tempat tinggal mereka di daerah-daerah yang dianggap berisiko tinggi oleh pemerintah.

Penguncian kembali ini merupakan imbas kebijakan nol-kasus covid-19 pemerintah China. Strategi ini mencakup pengujian massal, karantina ekstensif, dan lockdown secara cepat.

Meskipun kini sejumlah toko dan pusat perbelanjaan Shanghai boleh buka dan transportasi umum kembali beroperasi, penduduk tetap wajib tes covid-19 minimal 72 jam sebelum naik kendaraan atau masuk ruang publik.

Hal ini membuat antrean di beberapa lokasi tes covid-19 mengular sampai ratusan meter. Bahkan, penduduk harus menunggu giliran sampai 4,5 jam.

Pemerintah Shanghai mengatakan bahwa antrean ini terjadi akibat kurangnya sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas.

Meskipun otoritas telah membangun lebih dari 10 ribu lokasi pengujian dan melatih ribuan pekerja mereka, sebagian tempat pengujian tersebut belum beroperasi.  Beberapa tempat juga hanya dibuka sebentar karena staf yang minim.

Lockdown yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan penduduk Shanghai kekurangan pangan dan kurangnya akses ke perawatan medis. Hal ini memicu kemarahan dan frustrasi di kalangan masyarakat.

Namun, Presiden China Xi Jinping berjanji akan terus menerapkan kebijakan nol-covid, walau negara-negara lain sudah mulai belajar untuk hidup dengan virus dan beralih dari pandemi ke endemi.

People's Daily, media informasi Partai Komunis China, di halaman depannya Kamis lalu menyatakan upaya Shanghai melawan covid-19 telah meraih pencapaian besar di bawah kepemimpinan Xi.

"Shanghai secara aktif mengeksplorasi mekanisme baru untuk mencegah dan mengendalikan (kasus) di kota besar itu, dan mempercepat kembalinya pembangunan ekonomi dan sosial ke level normal," katanya.




Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: