Suami Harus Tahu, Ini Cara Cegah Agar Istri Tak Alami Baby Blues

Selasa, Juni 28, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Sebanyak 70 persen 80 peren ibu setelah melahirkan baik di negara berkembang maupun negara maju mengalami postpartum blues atau baby blues syndrome.

Baby blues ini disebabkan oleh perubahan hormonal dan sosial (seperti perubahan peran menjadi ibu) setelah melahirkan.
Biasanya, gejala-gejala baby blues yang dialami oleh ibu akan hilang dengan sendirinya, setelah ibu mampu menyesuaikan diri dengan peran barunya.
Namun, jika gejala berat bahkan menyebabkan ibu mengalami depresi tentu dibutuhkan dukungan dari orang terdekat untuk mengatasinya.
Untuk itu, Psikolog Klinis SDM dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya,Reisqita Vadika MPsi membagikan beberapa tips mencegah ibu dari baby blues.
Pertama yakni, perlunya banyak membaca. Menurut Qiqi, seorang ibu baru perlu memperkaya diri dengan wawasan bukan hanya tentang bayi yang akan lahir, tapi juga tentang bagaimana nantinya diri sendiri setelah melahirkan.
"Bukan cuma anak yang perlu di-take care, ibunya juga akan butuh banget self care," ucap Qiqi, Senin (27/6).
Kedua yakni melakukan diskusi dengan suami terkait pembagian waktu, tugas domestik, tugas mengurus anak, dan self care masing-masing.
"Dengan pembagian tugas tersebut tentu akan membantu ibu dalam merawat bayi. Karena bagaimanapun, suami juga butuh self care," tambahnya.
Terakhir yakni membangun hubungan yang kompak antara suami dan istri. Hal ini perlu dilakukan untuk menghadapi komen-komen yang mungkin kurang berkenan untuk ibu.
Selain itu, para suami atau ayah baru juga perlu mendampingi istri dan perlu berlatih berempati dengan pasangan yang baru saja melahirkan. Sebab, ada banyak perubahan yang dialami istri, baik secara emosional maupun fisiknya.
"Baik secara fisik, rutinitas, hingga peran sosial sebagai seorang ibu. Proses adaptasinya tentu tidak mudah, butuh waktu dan energi. Bayangkan dengan semua hal itu, kita sendiri belum tentu mampu ya untuk menghadapi sendirian," tutur Qiqi.
Qiqi juga meminta para suami untuk memposisikan diri sebagai patner kerja sama dalam rumah tangga. Tentunya sebagai rekan yang bisa diandalkan dalam situasi apapun.
"Misalnya, gantian bangun tengah malam untuk anak. Lalu kalau istri belum sempat menyelesaikan tugas domestik, suami bisa bantu selesaikan, dan sebagainya. Jadi mindset-nya give and give, bukan take and give," tutupnya.

Sumber : kumparan.com

0 comments: