Taliban Minta Bantuan Asing Tangani Korban Gempa Afghanistan

Jumat, Juni 24, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Taliban mengatakan akan memberikan santunan Rp16 juta bagi keluarga korban tewas gempa dahsyat di Afghanistan. (Foto: AFP/AHMAD SAHEL ARMAN)

Jakarta, CNN Indonesia -- Rezim Taliban memberikan bantuan sebesar 100 ribu Afghani atau sekitar Rp16 juta untuk setiap keluarga korban tewas akibat gempa dahsyat Afghanistan pada Rabu (22/6).

Dalam pernyataan resmi, Menteri Penanganan Bencana Alam Taliban, Mawlawi Sharafuddin Muslim, mengatakan pihaknya akan mengalokasikan 1 miliar Afgani untuk membantu penduduk yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 5,9.


Rezim Taliban memberikan bantuan sebesar 100 ribu Afghani atau sekitar Rp16 juta untuk setiap keluarga korban tewas akibat gempa dahsyat Afghanistan pada Rabu (22/6).

Dalam pernyataan resmi, Menteri Penanganan Bencana Alam Taliban, Mawlawi Sharafuddin Muslim, mengatakan pihaknya akan mengalokasikan 1 miliar Afgani untuk membantu penduduk yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 5,9.

"Berdasarkan perintah perdana menteri, memutuskan memberi 100 ribu afghani (afs) [atau sekitar Rp16 juta] untuk setiap keluarga dari korban yang tewas dan 50 ribu afs [atau sekitar Rp8 juta] bagi setiap keluarga korban terluka," jelas Muslim saat konferensi pers dikutip Tolo News pada Kamis (23/6).

Dalam konferensi itu, Taliban juga memohon bantuan kepada komunitas internasional menangani dampak bencana gempa bumi yang menewaskan lebih dari 1.000 orang itu. 

"Kami meminta bantuan komunitas internasional karena sangat sulit bagi setiap negara mengatasi insiden semacam ini sendirian," ujar Muslim.

Gempa bumi melanda Afghanistan pada Rabu (22/6) pagi waktu setempat. Reuters melaporkan kekuatan gempa bermagnitudo 6,1, namun sumber lain menyebut guncangan itu bermagnitudo 5,9.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berada di sekitar 44 kilometer dari Khorst, kota dekat perbatasan Pakistan, dan memiliki kedalaman 51 km.

Akibat guncangan itu, setidaknya 1.000 orang dinyatakan meninggal dunia. Beberapa pejabat Taliban memprediksi korban akan terus bertambah, menyusul tim SAR yang terus melakukan pencarian korban.

Di saat dampak gempa bumi dahsyat belum tertangani, Taliban juga harus menghadapi bencana banjir di sejumlah wilayah. Kementerian Penanganan Bencana Alam Taliban menyatakan setidaknya 400 orang tewas imbas banjir tersebut

Gempa bumi kali ini bukan yang pertama terjadi di Afghanistan. Pada Januari lalu, puluhan orang tewas dan terluka usai dua gempa melanda provinsi barat Badgis.

Negara Asia Selatan tersebut memang kerap dilanda gempa bumi lantaran berada di antara persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: