Pesona Taman Ekoriparian Tjimanoek Indramayu, Pemandangannya Bikin Betah!

Kamis, Juni 23, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


TAMAN Ekoriparian Tjimanoek menjadi salah satu ikon Indramayu, penanda pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam komitmen memajukan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Taman ini dibangun dengan konsep natural modern, memanfaatkan alur Sungai Cimanuk yang membelah Kota Indramayu.

Ekoriparian Tjimanoek yang diresmikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan LHK Siti Nurbaya pada 13 Desember 2021 lalu itu, merupakan program sinergi Pemkab Indramayu dan PT Polytama Propindo.

infografis


"Pembangunan Taman Tjimanoek itu wujud komitmen perusahaan dalam revitalisasi fungsi sungai. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Indramayu," kata General Manager Polytama Dwinanto Kurniawan.

Dwinanto menyatakan, Taman Ekoriparian Tjimanoek memadukan pertimbangan estetika dengan penataan kota modern yang mengedepankan konsep hijau, asri, dan artistik, tepat berada di jantung Kota Indramayu.

"Lokasinya sangat strategis, mudah dijangkau, dan selama ini menjadi salah satu tempat rekreasi atau nongkrong masyarakat Indramayu. Penataan Taman Tjimanoek yang estetik dan artistik ini berkat campur tangan dan kepedulian Polytama, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Indramayu," ujarnya.


Perusahaan, tutur Dwinanto, menggulirkan dana CSR untuk mengubah bantaran Sungai Cimanuk jadi sebuah taman indah dan asri. Revitalisasi dimulai sejak 2021 lalu. Pandemi Covid 19 tidak menjadi kendala bagi perusahaan petrokimia penghasil polipropilena terkemuka di Tanah Air ini untuk mewujudkan komitmen terhadap lingkungan.

"Kini, Taman Tjimanoek telah disulap menjadi tempat wisata kota yang menarik. Daerah penghijauan dengan lukisan mural para seniman lokal yang mengusung cerita, sejarah, dan kebudayaan Indramayu serta sejumlah ornamen yang menambah suasana estetik dan artistik," tutur Dwinanto.

Dwinanto mengatakan, revitalisasi taman ini berawal saat komitmen Polytama bertemu dengan gagasan Bupati Indramayu Nina Agustina, yang ingin mengembalikan tepian Sungai Cimanuk tidak saja menjadi paru-paru penghasil oksigen, tetapi sekaligus menjadi pusat wisata kota.

Gagasan Bupati Nina ini sejalan dengan keinginan para seniman dan budayawan Indramayu yang menginginkan Sungai Cimanuk tidak saja dijadikan simptom geografis. tetapi juga dieksploitasi khasanah artistik atau estetiknya.

"Polytama melihat peluang tersebut untuk mewujudkan komitmen berkontribusi dalam memajukan daerah dan menyejahterakan masyarakat," ucapnya.

Taman Tjimanoek tidak hanya sebagai tempat wisata warga lokal, tetapi juga dari luar daerah. Keberadaan Taman Tjimanoek juga diakui secara nasional sebagai Ekoriparian oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Dwinanto Kurniawan menyatakan, sebelumnya, perusahaaan yang kini telah menjadi group Pertamina tersebut juga menyulap hutan tanaman kayu putih menjadi Taman Kehati (Keanekaragamanhayati) Indramayu.

"Taman Tjimanoek dan Taman Kehati, adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam kepedulian sosial dan lingkungan. Polytama sukses meraih proper emas dua kali berturut-turut di tahun 2020 dan 2021 hal ini merupakan wujud perusahaan dalam meningkatkan peran serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar," ujar Dwinanto Kurniawan.


Sumber : OKEZONE 

0 comments: