Tiap Akhir Pekan, Shanghai Akan Tes COVID-19 Seluruh Warganya

Jumat, Juni 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Salah satu warga saat mengikuti tes swab masal di Shanghai, China, Sabtu (11/6/2022). Foto: Aly Song/Reuters
Shanghai akan melakukan upaya tes COVID-19 massal setiap akhir pekan bagi seluruh penduduknya hingga akhir Juli. Ini merupakan upaya terbaru pemerintah untuk mempertahankan kebijakan nol-COVID mereka.
Dilansir Bloomberg, sebagai upaya untuk mendeteksi kasus infeksi secara dini, warga kota diwajibkan untuk melakukan tes asam nukleat sedikitnya satu minggu sekali. Sementara itu, pekerja supermarket, tukang cukur, toko obat, pusat perbelanjaan, dan restoran diharuskan menjalani tes setiap hari.
Kurir pun perlu menjalani tes asam nukleat dan rapid antigen setiap hari. Staf di bank, perusahaan gas, dan entitas industri juga harus melakukan tes antigen setiap hari.
Demi mensukseskan pengujian massal ini, Shanghai mengeluarkan biaya sebanyak 3,5 yuan (Rp 7 ribu) per orang untuk tes PCR. Hal ini berarti kota tersebut dapat menghabiskan sebanyak 613 juta yuan (Rp 1,3 triliun) untuk semua 25 juta penduduknya menjalani tes mingguan yang direncanakan sampai akhir Juli.
Pejabat Komisi Kesehatan Kota Shanghai, Zhao Dandan, mengatakan pada Rabu (15/6/2022) bahwa lockdown sementara juga akan diberlakukan pada kompleks perumahan di mana kasus COVID-19 terdeteksi. Lockdown baru akan dicabut setelah semua orang di kompleks tersebut telah diuji.
Warga berbaris untuk tes swab masal di Shanghai, China, Sabtu (11/6/2022). Foto: Aly Song/Reuters
Langkah kebijakan terbaru di pusat keuangan China ini menunjukkan ketergantungan pemerintah yang meningkat pada pengujian massal demi mempertahankan kebijakan nol- COVID mereka.
Puluhan ribu bilik pengujian kini tengah didirikan di kota-kota besar untuk memungkinkan dilakukannya tes COVID-19 kapan saja. Bulan lalu, seluruh provinsi diperintahkan untuk menurunkan harga tes COVID-19 bagi seluruh penduduk demi meningkatkan aksesibilitas.
Dengan mengungkap rantai infeksi lebih awal, harapannya pemerintah dapat mencegah lockdown secara luas yang pasti berdampak pada ekonomi negara.
Namun, bagi penduduk, upaya pengujian massal yang sering justru membuat mereka semakin khawatir. Pasalnya, mereka bisa terjebak dalam sebuah bangunan apabila lockdown diterapkan sewaktu-waktu setelah petugas menemukan satu orang yang dites positif.
Di Shanghai yang baru saja pulih dari keterpurukan ekonomi pasca-lockdown dua bulan, industri jasa diperkirakan akan kesulitan untuk bangkit dengan minimnya pelanggan. Karena, kini, orang-orang justru akan menghabiskan waktu akhir pekan mereka mengantre di pusat pengujian.

Sumber : kumparan.com

0 comments: