Tips Cara Merawat Bayi Kucing dengan Baik

Kamis, Juni 09, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Ilustrasi Cara Merawat Bayi Kucing. (Foto: Pexels by https://pixabay.com)
Masa bayi atau anakan pada kucing adalah masa yang kritis. Kesalahan atau ketidak higienisan pada pemeliharaan dapat dengan mudah berujung pada kematian. Apabila anak kucing yang baru dilahirkan ditinggalkan oleh induknya, kamu dapat menggantikan susu induknya. Kamu dapat menyusukan bayi kucing tersebut dengan menggunakan pipet (beli di apotek dengan harga sekitar Rp 800,-) atau dot kucing (beli di pet shop Rp 20.000,-). Berikan susu khusus untuk kucing atau susu bayi yang tidak mengandung laktosa. Selain itu, ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan ketika merawat bayi kucing. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai tips cara merawat bayi kucing dengan baik.

Tips Merawat Bayi Kucing yang Baik

Ilustrasi Cara Merawat Bayi Kucing. (Foto: congerdesign by https://pixabay.com)
Seringkali induk kucing meninggalkan bayi kucing yang baru dilahirkan. Apabila kamu menemukan bayi kucing yang terlantar, kamu harus berperan ekstra sebagai induk kucing. Dikutip dari buku 242 Tips Merawat Binatang Kesayangan yang ditulis oleh Tips Penulis PS(2009), berikut adalah tips cara merawat bayi kucing dengan baik:

1. Mengenali terlebih dahulu sifat anak kucing

Sifat anak kucing perlu kamu pahami agar dapat menebak suasana hati ketika berinteraksi dengan mereka. Berikut ciri-ciri sifat anak kucing:
  • Apabila anak kucing matanya setengah tertutup, kemudian memutar sedikit telinganya ke samping, ia sedang merasa nyaman.
  • Apabila pupil mata membesar artinya sedang terkejut.
  • Apabila anak kucing mengarahkan telinga dan membuka matanya lebar-lebar, berarti ia ingin bermain.
  • Jika mendongak dan menggerakkan kepala ke belakang, mungkin seseorang sedang mendekatinya terlalu dekat.
  • Apabila sedang mengarahkan telinga, memutarnya ke belakang dan juga mengecilkan pupil mata, itu tandanya ia sedang marah.

2. Memberi susu secara rutin

Berikan susu khusus untuk bayi kucing atau susu bayi yang tidak mengandung laktosa. Berikan susu setiap 2–3 jam sekali sebanyak 0,8 mL. Kebanyakan bayi kucing yang tidak terpenuhi susunya akan sakit dan tidak dapat bertumbuh dengan baik. Pemberian susu bayi kucing berlangsung selama beberapa bulan. Oleh karena itu, apabila keuangan kamu terbatas untuk membeli susu khusus kucing, kamu dapat memberikan susu bayi merk apa saja asalkan bebas laktosa.
Dengan memahami sifat dan kebutuhan bayi kucing, kamu dapat membesarkannya hingga besar. Demikian tips cara merawat bayi kucing dengan baik. Semoga bermanfaat! (CHL)

Sumber : kumparan.com

0 comments: